GemaWarta – 14 Mei 2026 | Pengiriman pasukan AS ke Eropa telah dihentikan, termasuk pengiriman 4.000 tentara dari Brigade Tempur Lapis Baja ke Polandia. Brigade Tempur Lapis Baja ke-2, Divisi Kavaleri ke-1, sebelumnya telah menutup warna mereka pada 1 Mei 2026, di Fort Hood, Texas, menandai awal dari misi sembilan bulan untuk mencegah agresi Rusia di Eropa.
Namun, rencana tersebut telah dihentikan, bahkan setelah sebagian besar peralatan unit sudah dikirim ke Eropa. Menurut pejabat pertahanan, keputusan ini diambil karena beberapa alasan, termasuk rencana untuk menarik 5.000 tentara AS dari Jerman.
Vilseck, sebuah kota di Jerman, diyakini akan terkena dampak dari keputusan ini. Resimen Kavaleri ke-2 AS di Vilseck mungkin akan dipengaruhi oleh rencana penarikan pasukan AS dari Jerman.
Sementara itu, Jerman juga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pertahanan jangka menengah. Rencana untuk memasang rudal Tomahawk di Jerman telah dibatalkan, dan Jerman sekarang mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pertahanan tersebut.
Menurut Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, Jerman perlu mempercepat modernisasi angkatan bersenjata untuk dapat melakukan serangan presisi jangka panjang. Jerman juga berencana untuk mengembangkan sistem pertahanan yang lebih efektif untuk menghadapi ancaman dari Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah meningkatkan kehadiran militer di Eropa timur sebagai tanggapan atas agresi Rusia. Namun, keputusan untuk menghentikan pengiriman pasukan AS ke Eropa dan menarik pasukan dari Jerman dapat mempengaruhi keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut.











