Internasional

Presiden Argentina Terjebak dalam Konflik Antara Amerika Serikat dan Cina

×

Presiden Argentina Terjebak dalam Konflik Antara Amerika Serikat dan Cina

Share this article
Presiden Argentina Terjebak dalam Konflik Antara Amerika Serikat dan Cina
Presiden Argentina Terjebak dalam Konflik Antara Amerika Serikat dan Cina

GemaWarta – 11 Agustus 2026 | Argentina kini terjebak dalam konflik diplomatik antara Amerika Serikat dan Cina. Konflik ini bermula dari rencana akuisisi teknologi oleh kooperatif lokal, CALF, dari perusahaan Cina, Huawei. CALF, yang merupakan salah satu kooperatif terbesar di Amerika Latin dan penyedia listrik utama di Patagonia, juga menawarkan layanan internet serat optik.

Konflik ini semakin memanas ketika Dubes Amerika Serikat di Argentina, Peter Lamelas, mengancam akan mencabut visa masuk Amerika Serikat bagi eksekutif CALF jika mereka melanjutkan rencana kerja sama dengan Huawei. Langkah ini dipandang sebagai upaya Amerika Serikat untuk membatasi pengaruh Cina di wilayah yang strategis, terutama di area Vaca Muerta, tempat cadangan minyak dan gas alam yang besar terletak.

🔖 Baca juga:
IRGC: Ruang Gerak AS Semakin Terbatas di Tengah Tekanan Regional

Cina bereaksi keras terhadap tindakan Amerika Serikat ini, dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan praktik yang tidak adil dan merusak prinsip pasar bebas. Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar Cina di Buenos Aires menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat merupakan contoh dari ‘arogansi dan prasangka’ yang menghormati kedaulatan negara lain.

Sementara itu, dalam konteks lain, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadapi tekanan besar setelah mengumumkan rencana untuk menjual saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana ini mendapat tentangan keras dari berbagai pihak, termasuk UEFA, AFC, dan CONCACAF, yang menyatakan bahwa Piala Dunia bukanlah produk investasi dan harus dipertahankan sebagai warisan olahraga.

🔖 Baca juga:
Sevilla FC: Julián Álvarez Menjadi Pahlawan Argentina di Piala Dunia

Infantino juga menghadapi kritik karena dianggap telah menempatkan dirinya di atas kepentingan bersama dan melakukan ‘penyalahgunaan kekuasaan’ dengan rencana tersebut. Ia bahkan dituduh memiliki kepentingan pribadi dalam proyek ini, yang akan membuatnya menjadi komisaris dengan gaji yang sangat tinggi setelah masa jabatannya sebagai presiden FIFA berakhir.

Konflik ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika kekuasaan global, baik dalam konteks politik, ekonomi, maupun olahraga. Kedua kasus ini menggambarkan bagaimana kepentingan nasional dan internasional dapat berbenturan, serta bagaimana aktor-aktor global seperti Cina dan Amerika Serikat berusaha mempengaruhi dinamika ini untuk kepentingan mereka sendiri.

🔖 Baca juga:
Leandro Paredes: Argentina Midfielder yang Membuat Perbedaan di Piala Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *