GemaWarta – 16 Juni 2026 | Malam 1 Suro 2026 menjadi momentum yang spesial bagi masyarakat di berbagai daerah. Di Yogyakarta, suporter PSIM Yogyakarta menggelar aksi Topo Bisu Mandala Krida sebagai bentuk aspirasi damai agar Stadion Mandala Krida dapat kembali digunakan sebagai kandang utama PSIM.
Sementara itu, di Bondowoso, tradisi penjamasan keris 1 Suro digelar secara sakral di Pendopo Agung Panembahan Cakradipuro. Kegiatan ini dihadiri oleh pecinta dan kolektor keris dari berbagai daerah, termasuk Bondowoso, Jember, dan Situbondo.
Di Magetan, lebih dari 500 pendaki memadati jalur Cemorosewu untuk melakukan ritual tirakatan di puncak Gunung Lawu. Mereka datang dari berbagai daerah untuk melakukan tirakatan 1 Sura di puncak Lawu.
Tradisi penjamasan keris 1 Suro juga digelar di pendopo Irwan D’Academy, juara ketiga Dangdut Academy 2015. Kegiatan ini sarat makna budaya dan dihadiri oleh pecinta pusaka dari berbagai daerah.
Di luar tradisi dan perayaan, malam 1 Suro juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan keluarga dan masyarakat. Banyak keluarga yang menghabiskan waktu bersama untuk merayakan malam 1 Suro dengan tradisi dan kegiatan yang unik.
Kesimpulan, malam 1 Suro 2026 menjadi momentum yang spesial bagi masyarakat di berbagai daerah. Dengan tradisi dan perayaan yang unik, masyarakat dapat merayakan malam 1 Suro dengan penuh makna dan kebahagiaan.











