GemaWarta – 26 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa pemerintah tengah merumuskan penyesuaian harga BBM non subsidi bersama Pertamina dan badan usaha lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghadapi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Menurut Bahlil, pemerintah telah membuka tender 118 blok migas baru di tengah tingginya kebutuhan impor energi nasional dan target peningkatan lifting minyak Indonesia hingga 1 juta barrel per hari pada 2029-2030.
Pemerintah juga memperketat tata kelola ekspor batu bara, minyak sawit, dan ferro alloy melalui pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor. Bahlil juga melaporkan bahwa stok BBM dan LPG masih aman.
Bahlil juga bercerita tentang asal usul rencana pemerintah untuk memungut pajak tambahan berupa pajak ekspor dan windfall tax terhadap industri nikel. Selain itu, pemerintah masih mengkaji rencana penjualan listrik ke Singapura.
Pemerintah juga menawarkan Indonesia sebagai lokasi pembangunan penyimpanan minyak negara-negara di Asean. Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha untuk meningkatkan keseimbangan energi nasional dan menghadapi tantangan yang ada.
Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan keseimbangan energi nasional, termasuk peningkatan produksi minyak dan gas, serta pengembangan sumber energi terbarukan.
Dengan demikian, pemerintah berharap dapat meningkatkan keseimbangan energi nasional dan menghadapi tantangan yang ada. Bahlil Lahadalia yakin bahwa dengan kerja sama dan upaya yang keras, pemerintah dapat mencapai tujuan tersebut.











