GemaWarta – 17 Juni 2026 | Tahun Baru Islam 1448 Hijriah telah dimulai, menandai awal Muharram 2026. Periode ini merupakan momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan refleksi, memperbarui komitmen spiritual, dan memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam, terutama peristiwa Karbala yang memakan korban Imam Hussain, cucu Nabi Muhammad.
Di Lucknow, India, penampakan bulan Muharram menandai dimulainya periode berkabung dan peringatan bagi Hazrat Imam Hussain dan 72 syahid Karbala. Bendera hitam dikibarkan, persiapan majlis sedang berlangsung, dan sabeel (tempat minum) didirikan di seluruh kota sebagai simbol kesedihan dan penghormatan.
Periode Muharram, yang berlangsung selama dua bulan dan delapan hari, juga memperingati peristiwa penting lainnya dalam sejarah Islam. Ini adalah waktu bagi umat Islam untuk memperdalam pemahaman mereka tentang agama, memperkuat ikatan dengan Tuhan, dan mempraktikkan nilai-nilai seperti kesabaran, keberanian, dan pengorbanan.
Sementara itu, di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lain, penampakan bulan Muharram menandai awal tahun baru Islam. Pemerintah dan organisasi keagamaan di berbagai negara telah mengumumkan awal Muharram 1448 Hijriah, yang bertepatan dengan tanggal 16 Juni 2026.
Perbedaan penetapan awal Muharram antara beberapa organisasi keagamaan dan pemerintah menimbulkan perdebatan tentang metode penentuan awal bulan hijriah. Namun, umat Islam diharapkan untuk saling menghormati dan memahami perbedaan ini sebagai bagian dari keanekaragaman dalam tradisi Islam.
Di Indonesia, peringatan Muharram juga dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Umat Islam di Indonesia memperingati awal Muharram dengan melakukan ibadah, zikir, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peringatan Muharram 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbarui komitmen spiritual, memperkuat persatuan, dan mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.











