BERITA

Pajak Padel di Purwokerto Mulai Dibidik, Tren Olahraga Baru Terus Tumbuh

×

Pajak Padel di Purwokerto Mulai Dibidik, Tren Olahraga Baru Terus Tumbuh

Share this article
Pajak Padel di Purwokerto Mulai Dibidik, Tren Olahraga Baru Terus Tumbuh
Pajak Padel di Purwokerto Mulai Dibidik, Tren Olahraga Baru Terus Tumbuh

GemaWarta – 28 Mei 2026 | Olahraga padel yang tengah berkembang di Purwokerto kini mulai masuk perhatian Pemerintah Kabupaten Banyumas. Seiring bertambahnya lapangan padel, sektor olahraga ini mulai dibidik sebagai obyek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) kategori hiburan.

Pertumbuhan lapangan padel dalam beberapa waktu terakhir dinilai cukup pesat. Kondisi itu membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyumas mulai melakukan pemetaan terhadap potensi pajak dari usaha olahraga tersebut.

🔖 Baca juga:
14 Mei Libur Apa? Informasi Hari Libur dan Jadwal Long Weekend Mei 2026

Kepala Bapenda Kabupaten Banyumas Sugeng Amin menuturkan, padel masuk dalam kategori PBJT hiburan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022. Menurutnya, olahraga komersial seperti padel memiliki potensi menjadi sumber pendapatan daerah baru.

“Untuk padel itu termasuk jenis PBJT hiburan,” kata dia.

Sugeng Amin mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada empat lapangan padel yang tercatat sebagai wajib pajak di Banyumas. Pendataan dilakukan setelah Bapenda memetakan perkembangan usaha padel yang mulai menjamur di Purwokerto.

“Sampai saat ini yang kami tahu sudah empat padel yang masuk sebagai wajib pajak,” ujarnya.

Selain empat lapangan yang sudah terdata, Bapenda Banyumas juga memantau dua hingga tiga tempat padel lain yang saat ini masih berkembang. Pemerintah daerah akan melakukan klarifikasi lapangan sebelum usaha tersebut resmi ditetapkan sebagai wajib pajak.

Menurut Sugeng, usaha baru tidak langsung dikenakan kewajiban pajak daerah. Bapenda memberikan waktu bagi pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya terlebih dahulu sebelum dilakukan verifikasi.

“Biar mereka berjalan dulu sekitar tiga bulan kita klarifikasi ke lapangan, setelah betul kita himbau menjadi wajib pajak,” terangnya.

Meningkatnya tren olahraga padel di Purwokerto disebut mulai memengaruhi bisnis olahraga lain. Sugeng menyebut sejumlah usaha mini soccer mengalami penurunan bahkan ada yang gulung tikar karena masyarakat mulai beralih ke olahraga padel.

🔖 Baca juga:
Mengenal Lebih Dalam tentang Idul Adha: Sejarah, Makna, dan Pelaksanaan

“Ada beberapa mini soccer malah gulung tikar. Karena masuknya padel, mini soccer menjadi gulung tikar,” jelasnya.

Selain padel, olahraga lain yang masuk kategori PBJT hiburan antara lain biliard dan mini soccer. Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan usaha olahraga komersial yang berpotensi menjadi sumber pajak hiburan baru.

Bagi usaha olahraga yang sudah tidak lagi beroperasi, Bapenda Banyumas akan melakukan klarifikasi lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar pemilik usaha dapat mengajukan penghapusan sebagai obyek pajak daerah.

Di tempat lain, Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyalurkan 45 ekor sapi dan 21 ekor kambing untuk kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 yang didistribusikan ke 12 kecamatan, termasuk wilayah pulau dan hinterland.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretaris Daerah Kota Batam Syukri mengatakan puluhan hewan kurban tersebut merupakan hasil tabungan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batam.

“Kota Batam tahun ini ada 45 sapi dan 21 kambing dari Pemkot Batam. Hewan kurban ini hasil nabung para OPD dan ASN Pemkot Batam,” katanya.

Ia menjelaskan, sapi dan kambing tersebut didistribusikan ke sejumlah masjid di wilayah mainland hingga pulau penyangga dan hinterland.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam Li Claudia Chandra juga menyerahkan hewan kurban bantuan kemasyarakatan (banmas) Presiden Republik Indonesia berupa satu ekor sapi limosin berbobot 929 kilogram di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Centre.

🔖 Baca juga:
Subsidi: Antara Penyalahgunaan BBM dan Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup

“Kami berharap hewan kurban yang diserahkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta semakin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Li Claudia.

Ia mengatakan, Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman Kota Batam.

Direktur Masjid Agung Raja Hamidah Raja Azman mengatakan tahun ini masjid tersebut menerima empat ekor sapi dan delapan ekor kambing untuk kurban.

“Untuk Masjid Agung ada sapi limosin Presiden, sapi wali kota, sapi dari Panbil Group, dan sapi dari Bapenda (Badan Pendapatan Daerah). Kambing ada delapan ekor,” ujarnya.

Ia mengatakan, daging kurban nantinya akan dibagikan kepada penerima zakat dan masyarakat di sekitar lingkungan masjid.

Kesimpulan, Pemkot Batam dan Pemkab Banyumas terus melakukan upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat kebersamaan masyarakat melalui berbagai kegiatan dan program.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *