Politik

Graham Platner Mundur dari Pemilu Senat, Memberi Kesempatan Demokrat untuk Menggantikannya

×

Graham Platner Mundur dari Pemilu Senat, Memberi Kesempatan Demokrat untuk Menggantikannya

Share this article
Graham Platner Mundur dari Pemilu Senat, Memberi Kesempatan Demokrat untuk Menggantikannya
Graham Platner Mundur dari Pemilu Senat, Memberi Kesempatan Demokrat untuk Menggantikannya

GemaWarta – 09 Juli 2026 | Graham Platner, kandidat Demokrat untuk pemilu Senat di Maine, mengumumkan bahwa dia akan mundur dari pemilu. Keputusan ini diambil setelah Platner dituduh melakukan pelecehan seksual oleh seorang wanita yang pernah berkencan dengannya pada tahun 2021.

Platner membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa tuduhan tersebut telah mempengaruhi kemampuannya untuk melanjutkan kampanye. Dia juga menyatakan bahwa keputusannya untuk mundur bukanlah pengakuan bersalah, tetapi lebih kepada keinginannya untuk memastikan bahwa gerakan yang dia bangun dapat terus berlanjut.

🔖 Baca juga:
Pakarnya Bilang: Indonesia Kini Otoritarian, Bukan Demokrasi—Apa Artinya Bagi Bangsa?

Platner memenangkan pemilu primer Demokrat pada bulan Juni, tetapi dukungan untuknya mulai menurun setelah tuduhan pelecehan seksual muncul. Banyak pendukung Demokrat, termasuk Senator Bernie Sanders, telah menarik dukungan mereka untuk Platner dan meminta dia untuk mundur.

Dengan keputusan Platner untuk mundur, Partai Demokrat di Maine sekarang memiliki kesempatan untuk memilih kandidat baru untuk menghadapi Senator Republik, Susan Collins, dalam pemilu Senat yang akan datang. Pemilu ini dianggap sangat penting dalam memperebutkan kontrol Senat.

🔖 Baca juga:
Wacana Gaji PPPK 2026: Usulan APBN dan Langkah Pemerintah Cepat Atasi Status P3K PW

Sementara itu, di tempat lain, berita tentang Piala Dunia dan Liga Champions terus memanas. Ruben Amorim, manajer Manchester United, telah meminta maaf kepada suporter setelah timnya mengalami kekalahan. Sementara itu, Tottenham Hotspur berencana untuk membeli pemain baru dengan biaya yang sangat besar.

Dalam berita lain, seorang wanita yang pernah bekerja di National Institutes of Health (NIH) menceritakan pengalaman buruknya setelah dipecat oleh pemerintahan Trump. Dia mengatakan bahwa dia telah mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan baru dan merasa bahwa keputusan pemerintah untuk memecatnya telah mempengaruhi hidupnya.

🔖 Baca juga:
Purbaya Tegaskan: Ide Pajak Kapal Selat Malaka Hanya Gagasan, Bukan Kebijakan Serius

Akhirnya, seorang mantan pemain sepak bola wanita, Sally Shipard, menceritakan pengalaman buruknya setelah didiagnosa dengan kanker. Dia telah kehilangan kesempatan untuk memiliki anak dan merasa bahwa kehidupannya telah berubah secara dramatis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *