Politik

Hezbollah Tolak Negosiasi Langsung, Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata Ribuan Kali

×

Hezbollah Tolak Negosiasi Langsung, Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata Ribuan Kali

Share this article
Hezbollah Tolak Negosiasi Langsung, Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata Ribuan Kali
Hezbollah Tolak Negosiasi Langsung, Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata Ribuan Kali

GemaWarta – 06 Mei 2026 | Sekretaris Jenderal Hezbollah, Sheikh Naim Qassem, menegaskan pada Senin (4/5/2026) bahwa Lebanon akan mengalahkan Israel dengan mengandalkan kekuatan Hizbullah serta persatuan nasional. Ia menolak segala bentuk perundingan langsung antara Beirut dan Tel Aviv yang dimediasi Amerika Serikat, menyebutnya sama dengan memberikan konsesi kepada musuh.

Menurut Qassem, Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata lebih dari 20.000 kali sejak awal konflik. Ia menuduh pihak Zionis melakukan agresi berkelanjutan dengan dukungan penuh rezim Amerika, sambil berupaya merampas hak-hak rakyat Lebanon, menduduki wilayah, dan menundukkan kedaulatan negara kecil itu. “Kami berada pada fase kritis dalam sejarah kawasan, di mana musuh melancarkan serangan dengan dukungan rezim AS,” kata Qassem dalam pernyataannya.

🔖 Baca juga:
Rusia Ingatkan Iran: Gencatan Senjata Palsu AS Bisa Memicu Serangan Darat, Tehran Tolak Segala Bentuk Gencatan Senjata Sementara

Qassem menyoroti empat faktor utama yang menurutnya penting untuk mengatasi krisis yang melanda Lebanon:

  • Melanjutkan perlawanan bersenjata terhadap agresi Israel.
  • Memperkuat persatuan domestik dan mengatasi fragmentasi politik.
  • Memanfaatkan dinamika internasional, termasuk tekanan diplomatik terhadap Israel.
  • Memberikan tekanan ekonomi dan militer kepada Israel agar mematuhi perjanjian.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada gencatan senjata yang benar-benar berlaku di Lebanon saat ini. Sebaliknya, yang terjadi adalah agresi terus-menerus yang menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur. Qassem menuntut jaminan kuat atas keamanan dan kedaulatan Lebanon, serta menolak segala upaya yang dianggap melemahkan posisi perlawanan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik tajam terhadap pemerintah Lebanon yang menurutnya terlibat dalam perundingan langsung dengan Israel. Qassem menilai diplomasi hanya efektif bila berhasil menghentikan agresi dan menegakkan implementasi kesepakatan yang telah disepakati. “Perundingan langsung sama saja dengan memberikan konsesi kepada musuh,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
Meninggal dalam Misi UNIFIL, Praka Rico Pramudia Jadi Simbol Pengorbanan Indonesia di Lebanon

Selain menekankan pentingnya perlawanan militer, Qassem menyerukan pemerintah untuk fokus pada persoalan ekonomi dan sosial dalam negeri. Ia menilai krisis ekonomi, inflasi, dan kemiskinan dapat menggerogoti semangat perlawanan jika tidak segera diatasi. Dalam pandangannya, persatuan nasional menjadi pondasi utama untuk menghadapi tantangan eksternal maupun internal.

Komunitas internasional, menurut Qassem, harus memahami bahwa solusi konflik Lebanon‑Israel bukanlah menyerah atau mengorbankan kedaulatan Lebanon. Dukungan kepada pihak yang menindas, khususnya melalui kebijakan luar negeri yang bias terhadap Israel, hanya memperpanjang penderitaan rakyat Lebanon.

Dengan menolak perundingan yang dimediasi AS, Hezbollah menegaskan posisi kerasnya dalam mempertahankan hak-hak Lebanon. Qassem menutup pernyataannya dengan menyerukan semua pihak, baik domestik maupun internasional, untuk berperan aktif dalam menghentikan agresi, menegakkan gencatan senjata, dan memastikan masa depan Lebanon yang berlandaskan martabat, kemerdekaan, dan keamanan.

🔖 Baca juga:
Israel Siapkan “Pride Land” Terbesar di Timur Tengah di Tengah Krisis Gaza

Kesimpulannya, Hezbollah tetap berkomitmen pada strategi perlawanan yang menggabungkan kekuatan militer, persatuan nasional, dan diplomasi yang mengutamakan kedaulatan. Sementara Israel terus dituduh melanggar kesepakatan berulang kali, tekanan internasional dan dukungan rakyat menjadi faktor penentu dalam dinamika konflik yang belum berakhir ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *