Bisnis

Pemegang Saham LPPF Setujui Perubahan Nama Perusahaan Jadi PT MDS Retailing Tbk

×

Pemegang Saham LPPF Setujui Perubahan Nama Perusahaan Jadi PT MDS Retailing Tbk

Share this article
Pemegang Saham LPPF Setujui Perubahan Nama Perusahaan Jadi PT MDS Retailing Tbk
Pemegang Saham LPPF Setujui Perubahan Nama Perusahaan Jadi PT MDS Retailing Tbk

GemaWarta – 19 April 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilangsungkan pada 15 April 2026 berhasil menghasilkan keputusan strategis bagi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Dalam rapat tersebut, pemegang saham secara musyawarah mufakat menyetujui perubahan nama perusahaan menjadi PT MDS Retailing Tbk, sebuah langkah rebranding yang diharapkan memperkuat identitas bisnis di pasar ritel Indonesia.

Keputusan ini didukung oleh mayoritas suara, dengan total 1.588.241.118 saham atau setara 93,181% dari seluruh hak suara yang hadir menyatakan setuju. Sementara itu, 116.226.738 saham menolak perubahan tersebut, dan 1.606.200 saham memilih untuk abstain. Berikut rangkuman hasil suara dalam bentuk daftar:

🔖 Baca juga:
CZ Ungkap Dampak Kebijakan Biden: Dari Penjara Hingga Memoir ‘Freedom of Money’
  • Setuju: 1.588.241.118 saham (93,181%)
  • Tidak setuju: 116.226.738 saham (6,819%)
  • Abstain: 1.606.200 saham (0,09%)

Selain perubahan nama perusahaan, agenda RUPSLB juga mencakup penyesuaian Anggaran Dasar terkait kewenangan perwakilan perseroan serta keputusan untuk melakukan penarikan kembali (buyback) saham treasury. Sebanyak 31 juta saham treasury yang diperoleh melalui program buyback yang berlangsung dari 10 April 2025 hingga 9 April 2026 akan ditarik kembali, menurunkan jumlah saham beredar menjadi 2.227.279.280 lembar setelah pengurangan.

Tak lama setelah RUPSLB, pada 16 April 2026, LPPF mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Total nilai dividen ditetapkan minimal dan maksimal sebesar Rp556.819.820.000, setara dengan Rp250 per saham. Jadwal distribusi dividen dirinci sebagai berikut:

Kegiatan Tanggal
Cumulative dividend (pasar reguler & pasar negosiasi) 23 April 2026
Ex dividend (pasar reguler & pasar negosiasi) 24 April 2026
Cumulative dividend (pasar tunai) 27 April 2026
Ex dividend (pasar tunai) 28 April 2026
Pembayaran dividen 4 Mei 2026

Reaksi pasar pada hari RUPSLB menunjukkan penguatan saham LPPF. Berdasarkan data IDX Mobile pukul 16.45 WIB, harga saham naik 1,30% menjadi Rp1.950 per lembar, naik dari Rp1.925 sebelumnya. Kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp4,40 triliun, dengan volume transaksi harian tercatat 11,21 juta lembar dan nilai transaksi sebesar Rp21,78 miliar.

🔖 Baca juga:
Pembagian Dividen ADRO 2025: Jadwal Lengkap, Nilai USD 197,5 Juta, dan Dampaknya bagi Investor

Langkah perubahan nama perusahaan ke PT MDS Retailing Tbk dipandang sebagai upaya untuk menyesuaikan citra korporasi dengan strategi ekspansi dan diversifikasi lini bisnis ritel. Nama baru mencerminkan fokus pada segmen retail modern, sekaligus memberi sinyal kepada investor bahwa perusahaan tengah menyiapkan transformasi digital dan peningkatan layanan konsumen.

Para analis pasar menilai bahwa rebranding ini dapat meningkatkan daya tarik LPPF di kalangan institusi dan investor ritel. Dengan struktur kepemilikan saham yang tetap stabil setelah penarikan kembali saham treasury, perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan EPS (Earnings Per Share) dan meningkatkan likuiditas saham.

Selain aspek keuangan, perubahan nama juga diharapkan memperkuat positioning merek di tengah persaingan ketat di industri department store. PT MDS Retailing Tbk kini dapat lebih leluasa mengembangkan konsep toko omnichannel, memanfaatkan data konsumen, serta memperluas jaringan gerai di kota-kota tier‑2 dan tier‑3.

🔖 Baca juga:
Emiten Gelar Buyback Massal di Tengah Volatilitas Pasar: Penyebab, Contoh, dan Dampaknya bagi Investor

Secara keseluruhan, keputusan RUPSLB menandai babak baru bagi LPPF. Dengan dukungan kuat dari pemegang saham, penyesuaian struktural, serta jadwal dividen yang jelas, PT MDS Retailing Tbk berada pada posisi yang lebih solid untuk menghadapi tantangan pasar ritel Indonesia ke depan.

Ke depan, perusahaan akan mengawasi pelaksanaan rebranding secara menyeluruh, mulai dari perubahan logo, signage, hingga strategi pemasaran yang terintegrasi. Jika berhasil, langkah ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan publik lain yang tengah mempertimbangkan transformasi nama dan identitas korporasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *