Bisnis

Saham Big Banks Terus Berfluktuasi, Bagaimana Prospek Masa Depan?

×

Saham Big Banks Terus Berfluktuasi, Bagaimana Prospek Masa Depan?

Share this article
Saham Big Banks Terus Berfluktuasi, Bagaimana Prospek Masa Depan?
Saham Big Banks Terus Berfluktuasi, Bagaimana Prospek Masa Depan?

GemaWarta – 16 Mei 2026 | Saham-saham bank berkapitalisasi besar atau big banks masih berada di bawah tekanan di tengah gejolak pasar, meskipun tidak termasuk dalam daftar saham Indonesia yang dikeluarkan dari rebalancing MSCI Global Standard Index.

Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), seluruh saham perbankan utama kompak melemah. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,94% ke Rp 4.200 dan dalam sepekan terkoreksi 6,87%. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,1% ke Rp 3.120. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,02% ke Rp 3.870, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah tipis 0,41% ke Rp 6.100.

🔖 Baca juga:
Dividen Membawa Kabar Baik: UNO Minda dan Atul Auto Umumkan Pembayaran Dividen

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menjelaskan bahwa tekanan pada saham bank besar tidak lepas dari dampak tidak langsung rebalancing MSCI. Meski tidak dikeluarkan, keluarnya sejumlah saham Indonesia, terutama dari sektor energi dan material, menurunkan bobot Indonesia dalam indeks global tersebut.

“Kondisi ini mendorong investor asing menurunkan eksposur secara keseluruhan, termasuk di saham perbankan besar,” kata Harry.

Selain faktor MSCI, pelemahan rupiah juga menjadi tekanan tambahan. Nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp 17.500 per dolar AS dinilai berpotensi menggerus sentimen pasar, terutama karena beberapa bank besar mulai meningkatkan pencadangan pada kuartal I-2026.

Namun demikian, sejumlah analis menilai prospek sektor perbankan masih tetap solid. Analis KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, mengatakan fundamental bank-bank besar masih kuat dan berpotensi membaik pada kuartal II-2026. Perbaikan ini didorong stabilisasi kualitas aset, prospek pertumbuhan kredit pada semester II-2026, serta dukungan stimulus pemerintah terhadap konsumsi dan pembiayaan.

🔖 Baca juga:
CZ Ungkap Dampak Kebijakan Biden: Dari Penjara Hingga Memoir ‘Freedom of Money’

“Valuasi saat ini juga sudah cukup menarik untuk akumulasi bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, BBRI berpeluang terdorong oleh pemulihan segmen UMKM, BMRI dengan pendapatan yang relatif stabil, sementara BBNI dinilai paling menarik dari sisi valuasi.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai saham big banks masih memiliki daya tarik karena fundamental kuat dan likuiditas tinggi, yang menjaga minat investor asing.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) masih menjadi bank terbesar dengan penyaluran KPR sebesar Rp329,93 triliun pada awal 2026. Realisasi itu meningkat 5,93% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp311,45 triliun.

🔖 Baca juga:
Emiten Gelar Buyback Massal di Tengah Volatilitas Pasar: Penyebab, Contoh, dan Dampaknya bagi Investor

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turut mencatatkan peningkatan pada segmen KPR. Hingga Maret 2026, KPR BCA mencapai Rp142,40 triliun, tumbuh 5,25% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp135,30 triliun.

Kinerja positif di segmen KPR juga terlihat pada bank lainnya. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, yang masing-masing mencatatkan peningkatan sebesar 9,32% dan 5,34% YoY pada kuartal I/2026.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) bahkan mencatatkan pertumbuhan double digit. Pada kuartal I/2026, penyaluran KPR BBRI bank only mencapai Rp67,30 triliun, meningkat 11,06% YoY dibandingkan kuartal I/2025 yang sebesar Rp60,60 triliun.

Dengan demikian, prospek saham big banks masih cukup menarik, terutama dengan adanya pemulihan segmen UMKM dan pendapatan yang relatif stabil. Namun, investor harus tetap waspada terhadap gejolak pasar dan pelemahan rupiah yang dapat mempengaruhi kinerja saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *