Ekonomi

IHSG Anjlok 3,53 Persen, Kapitalisasi Pasar Terpangkas Jadi Rp 11.825 Triliun

×

IHSG Anjlok 3,53 Persen, Kapitalisasi Pasar Terpangkas Jadi Rp 11.825 Triliun

Share this article
IHSG Anjlok 3,53 Persen, Kapitalisasi Pasar Terpangkas Jadi Rp 11.825 Triliun
IHSG Anjlok 3,53 Persen, Kapitalisasi Pasar Terpangkas Jadi Rp 11.825 Triliun

GemaWarta – 14 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham 11-13 Mei 2026. Pergerakan IHSG sepekan ini dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (14/5/2026), IHSG turun 3,53% selama tiga hari perdagangan dan ditutup ke 6.723,32. Pada pekan lalu, IHSG naik 0,18 % menjadi 6.969,39.

Kapitalisasi pasar juga terpangkas 4,68% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.406 triliun pada pekan lalu. Sejumlah sentimen internal dan eksternal telah bebani laju IHSG pada 11-13 Mei 2026. Ini kata analis.

🔖 Baca juga:
Bukan Cuma Antam! 6 Pilihan Investasi Emas yang Lebih Menguntungkan untuk Jangka Panjang

Beberapa emiten besar Indonesia diketahui terdepak dari indeks MSCI dalam rebalancing bulan Mei. Dalam penyesuaian terbaru tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index. Terpantau tiga emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terlempar dari MSCI Global Standard Index. Selain saham milik Prajogo, emiten besar lainnya seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga ikut tersingkir dari indeks global tersebut.

Lalu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang sebelumnya ada di daftar indeks tersebut mengalami penurunan status atau turun kasta dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index. Dengan demikian ada enam emiten yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

🔖 Baca juga:
Beda Arah Pergerakan Harga Emas Antam dan Emas Dunia: Penyebabnya Terungkap

Daftar emiten yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Tak hanya di indeks utama, MSCI juga merombak komposisi MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia. Dalam penyesuaian kali ini, terdapat 13 saham domestik yang dikeluarkan dan satu yang masuk ke dalam daftar yaitu AMRT.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan membagikan dividen Rp 50 per saham yang telah disetujui dalam RUPST. Sementara itu, saham PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) menjadi emiten dengan penguatan terbatas yang masuk jajaran top gainers pekan ini dengan naik 13 persen.

🔖 Baca juga:
OCBC Catat Lonjakan Pembeli Muda Properti Pribadi dan Peran Kunci dalam Lelang SBSN serta Pandangan Ekonomi

Mengutip data statistik BEI, Kamis (14/5/2026), berikut adalah deretan saham top gainers pekan ini 11-13 Mei 2026. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menjadi emiten dengan kenaikan lebih dari 35 persen.

Saham-saham top losers pekan ini antara lain PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat pendapatan naik 3% tetapi laba bersih turun 15,8% pada kuartal I 2026.

Kesimpulan dari pelemahan IHSG ini adalah bahwa sentimen internal dan eksternal memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan IHSG. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan pasar saham secara terus-menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *