Hiburan

Sydney Sweeney Batal Muncul di The Devil Wears Prada 2: Keputusan Kreatif yang Mengguncang Penggemar

×

Sydney Sweeney Batal Muncul di The Devil Wears Prada 2: Keputusan Kreatif yang Mengguncang Penggemar

Share this article
Sydney Sweeney Batal Muncul di The Devil Wears Prada 2: Keputusan Kreatif yang Mengguncang Penggemar
Sydney Sweeney Batal Muncul di The Devil Wears Prada 2: Keputusan Kreatif yang Mengguncang Penggemar

GemaWarta – 25 April 2026 | Menjelang perilisan global The Devil Wears Prada 2, kabar mengejutkan menyebar: penampilan cameo Sydney Sweeney resmi dipotong dari final cut film. Berita ini pertama kali terangkat oleh CNN Indonesia pada 24 April 2026 dan kemudian dikuatkan oleh Entertainment Weekly, yang menyebutkan adegan tiga menit itu tidak muncul dalam versi bioskop.

Sydney Sweeney, aktris yang dikenal lewat peran ikoniknya di serial Euphoria, sempat terlihat menuju lokasi syuting bersama pemeran utama Anne Hathaway, Meryl Streep, Stanley Tucci, dan Emily Blunt pada pertengahan 2025. Dalam adegan yang direncanakan, Sweeney akan muncul sebagai dirinya sendiri, sedang ditangani oleh karakter Emily Charlton (Emily Blunt) saat bersiap menghadiri sebuah acara mode. Durasi adegan diperkirakan tiga menit, cukup singkat namun diharapkan menambah kilau nostalgia bagi penonton.

🔖 Baca juga:
Reaksi Ibu Virgoun Saat Tahu Lindi Fitriyana Hamil Duluan Sebelum Nikah, Sempat Kecewa Tapi Tak Marah

Namun, tim produksi akhirnya memutuskan untuk menghapusnya. Menurut sumber internal, keputusan tersebut diambil semata-mata sebagai “keputusan kreatif” karena adegan tersebut dianggap tidak selaras secara struktural dengan alur cerita utama. Produser mengaku sulit meninggalkan kontribusi Sweeney, namun menilai bahwa keseluruhan narasi harus tetap fokus pada perjuangan Andy Sachs (Anne Hathaway) dan Miranda Priestly (Meryl Streep) dalam menyelamatkan majalah Runway dari kebangkrutan.

Sampai kini, perwakilan Disney maupun manajemen Sydney Sweeney belum memberikan komentar resmi. Keheningan ini menambah spekulasi di kalangan netizen, yang mengkritik keputusan pemotongan cameo sebagai kehilangan momen menarik dalam film yang sudah sarat bintang.

Film The Devil Wears Prada 2 sendiri mengangkat kembali Andy Sachs yang kini kembali ke dunia mode setelah kehilangan pekerjaan jurnalistik. Ia bersatu kembali dengan mantan bosnya, Miranda Priestly, serta Nigel Kipling (Stanley Tucci) untuk menyelamatkan Runway. Emily Charlton, yang kini menjabat sebagai kepala operasi Dior di Amerika Serikat, menjadi figur kunci dalam plot yang menyoroti tantangan industri media cetak di era digital.

🔖 Baca juga:
Ghost in the Cell: Film Horor Komedi Joko Anwar Tembus 1 Juta Penonton & 86 Negara, Rekor Baru di Berlinale

Selain Sydney Sweeney, film ini juga menampilkan cameo Lady Gaga, yang tidak hanya berperan singkat tetapi juga berkontribusi pada soundtrack dengan lagu berjudul “Runway” bersama Doechii. Kehadiran Lady Gaga menjadi sorotan lain yang tetap dipertahankan dalam versi final.

Film dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 April 2026, menyusul penayangan perdana di London pada 22 April. Meski menghadapi kontroversi di China terkait tuduhan rasisme pada salah satu karakter, tim produksi tetap optimis bahwa film ini akan berhasil menggaet penonton global berkat kombinasi nostalgia dan inovasi mode modern.

Keputusan memotong adegan Sydney Sweeney mengingatkan kita pada dinamika penyuntingan film yang sering kali tidak terlihat oleh publik. Setiap potongan, sekecil apa pun, dapat memengaruhi ritme cerita dan persepsi penonton. Bagi penggemar Sweeney, kehilangan cameo ini menjadi catatan kecil dalam sejarah panjang adaptasi mode Hollywood, namun bagi sutradara David Frankel, fokus pada narasi utama tetap menjadi prioritas utama.

🔖 Baca juga:
Street Fighter 2026: Film Live-Action yang Mengguncang Dunia dengan Nostalgia dan Bintang Internasional

Kesimpulannya, meski Sydney Sweeney tidak muncul di layar lebar, kehadirannya dalam proses produksi tetap menjadi bagian penting dari proses kreatif film. Keputusan kreatif ini menegaskan bahwa dalam dunia perfilman, setiap elemen harus berkontribusi pada keseluruhan cerita, bahkan jika itu berarti mengorbankan penampilan singkat yang diharapkan penonton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *