GemaWarta – 17 Mei 2026 | Perdebatan tentang gitaris terbaik sepanjang masa selalu menjadi topik yang menarik. Namun, jika ada seseorang yang dapat memberikan jawaban yang konklusif, itu adalah Jimmy Page, gitaris legendaris dari Led Zeppelin.
Sebelum membentuk Led Zeppelin, Page sudah dikenal di kancah rock London, meskipun belum mencapai status bintang rock. Ketika masih bersekolah di sekolah seni, Page mulai menghadiri acara malam terbuka di sebuah venue lokal dan segera menjadi musisi sesi yang dicari.
Periode ini merupakan masa magang bagi Page, yang memungkinkannya bekerja dengan banyak musisi terkenal, termasuk Eric Clapton dan The Rolling Stones. Hal ini meningkatkan kemampuan teknisnya sebelum akhirnya mencapai kesuksesan dengan The Yardbirds.
Dari sudut pandang teknis, Page sangat menyadari apa yang diperlukan untuk mencapai status legendaris. Meskipun namanya sering disebut dalam perdebatan tentang gitaris terbaik sepanjang masa, Page percaya bahwa Jimi Hendrix adalah yang terbaik.
Page berada di garis depan kancah rock London ketika Hendrix pertama kali tiba di Inggris pada 1966. Dalam waktu beberapa bulan, Hendrix menjadi nama yang paling dibicarakan dan segera melampaui batas-batas London.
Pada saat itu, band Cream yang dipimpin oleh Eric Clapton sedang berada di puncak kancah rock London, dan Hendrix menggunakan platform ini untuk mencuri perhatian. Hendrix pertama kali tampil di Inggris di sebuah konser Cream di London Polytechnic, dan penampilannya yang mengejutkan dengan memainkan lagu ‘Killing Floor’ milik Howlin’ Wolf membuat semua orang terkesan.
Seorang bintang lahir pada malam itu, dan menurut Page, tidak ada yang dapat menandingi kehebatan Hendrix. ‘Kami telah kehilangan gitaris terbaik yang pernah ada, dan itu adalah Hendrix,’ kata Page dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone.
Apa yang membuat Hendrix begitu revolusioner adalah cara dia menggabungkan kebrilian teknis dengan ketidakpastian total. Banyak gitaris sebelumnya dapat memainkan dengan cepat atau menguasai skala blues yang kompleks, tetapi Hendrix mendekati gitar sebagai ekstensi dari imajinasinya.
Umpan balik, distorsi, dan pedal wah menjadi alat untuk ekspresi emosional, bukan sekadar gimmick studio, yang memungkinkan dia untuk mengubah bahkan riff sederhana menjadi sesuatu yang kosmik dan eksplosif.
Dampak ini beresonansi dalam diri Page, yang kemudian bekerja dengan Led Zeppelin untuk mendorong musik rock ke wilayah yang lebih berani. Meskipun kedua gitaris ini mengembangkan gaya yang berbeda, mereka berbagi keinginan untuk memperlakukan gitar sebagai sesuatu yang tidak terbatas.
Kesimpulan dari pernyataan Page tentang Jimi Hendrix menunjukkan bahwa Hendrix memanglah seorang gitaris yang luar biasa dan telah meninggalkan warisan yang tidak terhapuskan dalam sejarah musik rock.









