GemaWarta – 07 Mei 2026 | Ammar Zoni, aktor yang kembali tersandung kasus penyalahgunaan narkoba, dipastikan bakal dipindahkan ke Lapas kategori high risk di kawasan Nusakambangan. Keputusan Ammar untuk tidak melanjutkan upaya hukum membuat proses pemindahannya segera dipersiapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Menurut Kasubdit Kerjasama Ditjenpas, Rika Aprianti, sistem pengamanan di lapas high risk dikenal memiliki aturan yang jauh lebih ketat, termasuk soal interaksi dengan dunia luar. Seluruh bentuk kunjungan bagi warga binaan di lapas high risk dilakukan secara virtual, tidak ada kontak fisik ataupun pertemuan tatap muka secara langsung, termasuk dengan keluarga dekat.
Rika Aprianti menjelaskan bahwa aturan tersebut diterapkan sebagai bagian dari sistem pengawasan maksimal terhadap narapidana yang dianggap membutuhkan kontrol lebih tinggi. Nusakambangan sendiri selama ini dikenal sebagai lokasi penempatan napi dengan kategori risiko tertentu, termasuk kasus narkotika.
Pihak Ditjenpas memastikan Ammar tetap memiliki hak untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun kuasa hukumnya, hanya saja seluruh komunikasi akan berlangsung melalui fasilitas digital yang sudah diatur oleh pihak lapas. Sistem komunikasi tersebut juga tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu, jadwal penggunaan fasilitas video call maupun sarana komunikasi lain telah diatur secara ketat oleh petugas lapas.
Ammar Zoni yang mengalami gangguan psikis usai ditahan di Nusakambangan, kuasa hukumnya menyatakan bahwa Ammar memohon tidak dikembalikan ke Nusakambangan. Hal ini menunjukkan bahwa Ammar Zoni masih mengalami trauma setelah dipenjara di Nusakambangan.
Dalam beberapa hari ke depan, Ammar Zoni akan memasuki fase baru yang jauh lebih ketat dalam menjalani hukumannya. Dengan sistem pengamanan yang ketat dan komunikasi yang terbatas, Ammar Zoni harus siap menghadapi hari-hari berat di Nusakambangan.
Kuasa hukum Ammar Zoni berharap bahwa Ammar dapat menjalani hukumannya dengan baik dan dapat pulih dari gangguan psikis yang dialaminya. Namun, dengan sistem pengamanan yang ketat di Nusakambangan, masih belum jelas apakah Ammar Zoni dapat menjalani hukumannya dengan baik.











