Kriminal

Penembakan KKB Yahukimo: Dua Warga Tertembak, Pelaku Diburu Satgas ODC

×

Penembakan KKB Yahukimo: Dua Warga Tertembak, Pelaku Diburu Satgas ODC

Share this article
Penembakan KKB Yahukimo: Dua Warga Tertembak, Pelaku Diburu Satgas ODC
Penembakan KKB Yahukimo: Dua Warga Tertembak, Pelaku Diburu Satgas ODC

GemaWarta – 01 Mei 2026 | Pada akhir pekan pertama April 2026, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali menjadi sorotan nasional setelah serangkaian penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI menimpa warga sipil. Insiden pertama terjadi pada Senin, 27 April, ketika seorang warga berinisial RK (29) ditembak di bagian leher saat melintas di distrik Dekai. Korban berhasil dievakuasi ke rumah sakit di Jayapura dan kini menjalani perawatan intensif.

Hari berikutnya, Selasa, 28 April, dua warga lainnya, berinisial AA (26) dan NM (36), menjadi sasaran tembakan di Jalan Jenderal Sudirman, Dekai. Kedua korban mengalami luka tembak pada lengan dan paha serta kerusakan pada kendaraan roda empat milik mereka. Mereka juga segera dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis. Pada hari yang sama, pelaku menggunakan sepeda motor untuk melancarkan serangan cepat, menandakan modus operandi yang sama dengan insiden sebelumnya.

🔖 Baca juga:
Penembakan Mengguncang Washington Hilton: Trump Dievakuasi dalam Kejadian Menggemparkan

Kejadian ketiga tercatat pada Kamis, 30 April, ketika seorang pedagang berusia 54 tahun (S) diserang saat membuka toko di Ruko Blok A, Dekai. Tembakan yang dilepaskan tidak mengenai tubuh korban, namun melukai spidometer sepeda motor milik korban. Meskipun tidak mengakibatkan luka serius, insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang mengganggu ketenteraman masyarakat setempat.

Menanggapi rangkaian serangan tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) bersama Polres Yahukimo membentuk tim gabungan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan intensif. Irjen Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz, menyampaikan bahwa proses olah TKP telah selesai dan bukti‑bukti fisik sedang diproses di laboratorium forensik. Tim gabungan juga melakukan penyisiran di wilayah Dekai serta meningkatkan patroli di titik‑titik rawan guna mencegah potensi serangan lanjutan.

Wakil Kepala Satgas Humas ODC, AKBP Adria, menjelaskan bahwa pelaku diperkirakan berjumlah dua orang yang berboncengan sepeda motor. Kedua pelaku masih dalam status buruan, namun aparat telah berhasil mengamankan kendaraan roda empat milik korban RK serta mengumpulkan barang bukti berupa peluru rakitan dan jejak sidik jari. “Setiap tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat akan kami respons secara cepat, terukur, dan profesional,” tegas Adria.

🔖 Baca juga:
Batalion Kanibal OPM Klaim Bunuh 7 Intelijen Indonesia di Perbatasan Pegunungan Bintang-Yahukimo

Selain aspek hukum, pemerintah daerah Papua Pegunungan juga mengaktifkan program trauma healing bagi anak-anak korban yang terdampak psikologis. Upaya ini melibatkan beberapa OPD kesehatan dan lembaga sosial untuk memberikan konseling serta dukungan mental. Dalam pernyataannya, Gubernur Papua Pegunungan menegaskan tidak ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang menargetkan warga sipil dan menuntut proses hukum yang tegas terhadap pelaku.

Sejumlah pihak masyarakat dan organisasi non‑pemerintah menyerukan peningkatan kehadiran keamanan di wilayah konflik, terutama di sekitar jalur transportasi utama dan area komersial. Mereka menilai bahwa penegakan hukum yang tegas dan penyediaan layanan keamanan yang konsisten dapat mengurangi rasa takut serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam rangkaian penembakan tersebut, namun kerugian materil berupa kendaraan yang rusak serta trauma psikologis menjadi dampak signifikan. Penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap identitas pasti pelaku serta motif di balik serangan yang dilakukan secara tiba‑tiba dan tanpa peringatan.

🔖 Baca juga:
Direktorat Jenderal Pajak Gencarkan Digitalisasi dan Pengawasan: BPK, Coretax, dan Insentif Baru Dorong Kepatuhan

Penegakan hukum terhadap penembakan KKB Yahukimo menjadi indikator penting dalam upaya menciptakan stabilitas keamanan di Papua. Keberhasilan Satgas ODC dalam mengamankan barang bukti dan melakukan penyisiran wilayah menunjukkan komitmen aparat dalam menindak tegas setiap tindakan kekerasan terhadap warga sipil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *