Religi

Mengenal Malam 1 Suro dan 1 Muharram: Makna, Tradisi, dan Pantangan

×

Mengenal Malam 1 Suro dan 1 Muharram: Makna, Tradisi, dan Pantangan

Share this article
Mengenal Malam 1 Suro dan 1 Muharram: Makna, Tradisi, dan Pantangan
Mengenal Malam 1 Suro dan 1 Muharram: Makna, Tradisi, dan Pantangan

GemaWarta – 16 Juni 2026 | Malam 1 Suro dan 1 Muharram adalah dua istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada awal tahun baru dalam kalender Jawa dan kalender Hijriah. Meskipun keduanya jatuh pada tanggal yang sama, namun memiliki makna dan tradisi yang berbeda.

Bagi umat Islam, 1 Muharram adalah awal tahun baru Hijriah yang dipandang sebagai momen refleksi diri dan peningkatan ibadah. Sementara itu, dalam budaya Jawa, malam 1 Suro dianggap sebagai malam yang sakral dan memiliki nilai spiritual.

🔖 Baca juga:
Menteri Agama Nasaruddin Umar: Pindapata Nasional Ajarkan Kita Seni Melepaskan

Tradisi malam 1 Suro di Jawa biasanya diadakan dengan melakukan jamasan pusaka, kirab pusaka, dan ritual adat lainnya. Jamasan pusaka memiliki arti mensucikan benda-benda pusaka dari keraton, sedangkan kirab pusaka adalah prosesi membawa pusaka-pusaka keraton keliling kota.

Selain itu, ada beberapa pantangan yang dipercaya oleh masyarakat Jawa saat malam 1 Suro, seperti mengadakan hajatan, melakukan perjalanan jauh, berkonflik atau bertengkar, keluar rumah pada malam hari, tenggelam dalam aktivitas duniawi, membangun atau pindah rumah, dan berisik serta berkata kasar.

🔖 Baca juga:
Minggu Paskah III 2026: Kebaktian Khidmat, Pidato Penuh Makna, dan Perayaan Persaudaraan Gereja di Jakarta

Malam 1 Suro dan 1 Muharram juga memiliki kesamaan dalam hal refleksi diri dan memulai lembaran baru. Keduanya dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, memohon ampun atas kesalahan, dan memulai hidup yang lebih baik.

Dalam menyambut malam 1 Suro dan 1 Muharram, masyarakat Jawa dan umat Islam dapat melakukan berbagai kegiatan yang positif, seperti melakukan ibadah, berbagi dengan sesama, dan mempereratkan hubungan dengan keluarga dan masyarakat.

🔖 Baca juga:
Jadwal Sholat Jumat 2 Mei 2026: Waktu Tepat Ibadah di Seluruh Jawa Timur dan Jakarta

Kesimpulan, malam 1 Suro dan 1 Muharram adalah dua momen yang sakral dan memiliki makna yang dalam. Dengan memahami makna dan tradisi di balik keduanya, kita dapat menggunakan waktu ini untuk melakukan refleksi diri, memulai lembaran baru, dan mempereratkan hubungan dengan sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *