GemaWarta – 27 April 2026 | Persebaya Surabaya kembali berada di ambang laga krusial pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 melawan Arema FC. Di luar dugaan, pertandingan harus dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, karena kendala izin keamanan di Malang. Walaupun tanpa penonton, atmosfer tetap panas mengingat rivalitas panjang antara dua klub Jawa Timur.
Catatan utama yang menambah tekanan pada pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, adalah rekor tak terkalahkan tim Green Force selama tujuh tahun melawan Arema di pulau Dewata. Sejak 2020, Persebaya belum pernah mengalami kekalahan di Bali, mencatat tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang dalam sepuluh pertemuan. Statistik ini menjadi beban mental sekaligus motivasi bagi Tavares untuk menjaga harga diri klub.
Berikut rekapitulasi head‑to‑head di Bali:
| Musim | Skor | Hasil |
|---|---|---|
| 2024 (Pekan 30) | 1‑0 | Kemenangan |
| 2025 (Pekan 30) | 1‑1 | Imbang |
| 2026 (Pekan 30) | ? | Pending |
Persiapan tim menjelang laga ini menunjukkan kombinasi antara kepercayaan diri dan kehati‑hatan taktis. Setelah mengamankan kemenangan 2‑0 atas Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, Persebaya menunjukkan peningkatan dalam efisiensi serangan serta disiplin defensif. Francisco Rivera, yang menjadi ujung tombak lini serang, bersama dengan gelandang kreatif Pedro Matos, berhasil mencetak dua gol penting dalam laga tersebut.
Namun, tantangan fisik belum selesai. Cedera pada beberapa pemain kunci, termasuk kapten Bruno Moreira dan kiper utama Ernando Ari, masih menjadi pertanyaan. Bernardo Tavares secara terbuka menyatakan bahwa susunan pemain utama belum dikunci. “Kami akan menilai kondisi pemain dalam tiga hari ke depan, kemudian menentukan siapa yang paling siap menghadapi Arema,” ujar Tavares dalam konferensi pers singkat.
Di sisi lain, Arema FC datang dengan formasi yang sama kuatnya. Tim singo edan dipimpin oleh pelatih mereka yang menekankan tekanan tinggi di lini tengah. Meskipun tidak dapat menampung suporter Aremania di stadion, semangat juang mereka tetap terjaga. Pertarungan taktik antara Tavares dan pelatih Arema diprediksi akan menjadi sorotan utama, terutama dalam hal penempatan pemain asing seperti Milos Raickovic yang memiliki peran penting dalam lini tengah.
Statistik tambahan memperkuat posisi Persebaya. Dalam 10 pertemuan sejak 2020, tim Surabaya mencatat rata‑rata kepemilikan bola 52 % dan tembakan ke gawang lawan sebanyak 14 kali per laga, sementara Arema hanya mencatat 11 tembakan. Selain itu, Persebaya memiliki catatan pertahanan yang solid dengan rata‑rata kebobolan hanya 0,8 gol per laga di pertandingan tandang.
Tak hanya aspek taktik, faktor mental juga menjadi kunci. Bernardo Tavares menekankan pentingnya menjaga fokus meski tanpa sorakan suporter. “Kita harus menciptakan suasana kompetisi sendiri di lapangan. Tekanan dari rivalitas tetap ada, tapi kami tidak akan membiarkan faktor eksternal mengganggu konsentrasi,” kata Tavares.
Dengan latar belakang statistik yang menguntungkan dan semangat juang yang tinggi, Persebaya memiliki peluang besar untuk memperpanjang rekor tak terkalahkannya di Bali. Namun, Arema FC tidak akan menyerah begitu saja; mereka akan memanfaatkan peluang dari setiap kesalahan defensif lawan. Pertandingan ini dijadwalkan dimulai pukul 17.00 WIB, dan meskipun tanpa penonton, media dan penggemar di seluruh Indonesia menantikan aksi yang dapat menentukan arah klasemen akhir musim.
Kesimpulannya, Bernardo Tavares berada di persimpangan penting antara mempertahankan dominasi historis dan mengatasi tantangan internal tim. Keputusan taktisnya dalam memilih skuad, mengelola kondisi fisik pemain, serta menyiapkan mental tim akan sangat menentukan hasil akhir derbi Jawa Timur ini.











