OLAHRAGA

AC Milan Kolaps! Alasan Massimiliano Allegri Tetap Tenang Meski Musim Terburuk dalam Satu Dekade

×

AC Milan Kolaps! Alasan Massimiliano Allegri Tetap Tenang Meski Musim Terburuk dalam Satu Dekade

Share this article
AC Milan Kolaps! Alasan Massimiliano Allegri Tetap Tenang Meski Musim Terburuk dalam Satu Dekade
AC Milan Kolaps! Alasan Massimiliano Allegri Tetap Tenang Meski Musim Terburuk dalam Satu Dekade

GemaWarta – 05 Mei 2026 | AC Milan tampak berada di ambang kejatuhan dalam kompetisi Serie A 2025/2026. Rekor gol terburuk dalam sepuluh tahun terakhir dan kegagalan meraih tiket Liga Champions menimbulkan pertanyaan besar, namun pelatih sekaligus sosok veteran, Massimiliano Allegri, masih tampak tenang di tengah gejolak.

Sejauh pekan ke-35, Rossoneri hanya mencatat 48 gol dalam 35 pertandingan, angka yang menandai musim paling tidak produktif sejak 2016/17. Statistik tersebut menempatkan AC Milan di zona terendah gol di antara klub-klub top lima besar Italia, sekaligus menambah tekanan pada barisan serang yang tak mampu menemukan keseimbangan.

🔖 Baca juga:
Pertarungan Epik 2026: LA Galaxy vs Real Salt Lake, Kapten Marco Reus Tunjukkan Kepemimpinan

Kekalahan 0-2 melawan Sassuolo pada 3 Mei 2026 menjadi titik tolak paling dramatis. Tim asuh Jay Idzes, yang bermain dengan skuad tidak lengkap, menumpahkan dua gol tanpa balas, memperlebar jurang poin antara Milan dan posisi ketiga yang masih terbuka. Hasil itu menurunkan akumulasi poin Milan menjadi hanya empat poin dalam lima laga terakhir, dengan satu kemenangan saja.

Salah satu faktor krusial yang sering dibahas adalah ketiadaan Luka Modric. Gelandang veteran asal Kroasia, yang sempat absen karena cedera pada fase akhir musim, kehilangan peran vitalnya dalam mengatur tempo permainan. Tanpa kehadiran Modric, lini tengah Milan tampak kehilangan kreativitas, memaksa pemain lain untuk mengisi kekosongan yang tidak mudah diatasi.

Selain Modric, beberapa penyerang utama juga berada dalam fase paceklik yang mengkhawatirkan:

🔖 Baca juga:
Plymouth Argyle Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas Port Vale dengan 10 Pemain: Bim Pepple Menjadi Pahlawan
  • Luka Modric – absen total pada fase akhir.
  • Christian Pulisic – belum mencetak gol sejak 28 Desember 2025 (126 hari).
  • Niclas Füllkrug – gol terakhir pada 18 Januari 2026.
  • Christopher Nkunku – tidak mencetak gol selama 69 hari terakhir sejak 3 Februari 2026.
  • Santiago Giménez – gol terakhir pada 9 Mei 2025, hampir setahun tanpa tembakan.
  • Rafael Leão – gol terakhir pada 1 Maret 2026.

Daftar di atas mengilustrasikan mengapa AC Milan kolaps dalam hal produksi gol. Kegagalan menembus pertahanan lawan menjadi masalah kronis, memaksa tim bergantung pada kebijakan defensif yang kadang tidak efektif.

Dari segi klasemen, Milan kini hanya unggul lima poin dari Como yang berada di posisi enam, dengan tiga pertandingan tersisa. Persaingan untuk tiga tempat otomatis Liga Champions menjadi semakin sengit, terutama setelah Roma memperkecil jarak menjadi tiga poin. Tanpa perbaikan signifikan dalam serangan, peluang Milan untuk melaju ke babak berikutnya tampak menipis.

Di tengah situasi ini, Allegri tetap menampilkan ketenangan yang menonjol. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, ia menegaskan bahwa fokus tim adalah memperbaiki detail taktis, bukan terjebak pada tekanan eksternal. Pengalamannya melatih klub-klub besar seperti Juventus dan kini Milan memberinya perspektif bahwa krisis dapat diatasi melalui konsistensi latihan dan manajemen mental pemain.

🔖 Baca juga:
Strasbourg vs Nice: Duel Menegangkan di Ligue 1 yang Menentukan Poin Penting

Allegri juga menekankan pentingnya memberi waktu pada pemain muda untuk berkembang, meski hal itu berarti mengorbankan hasil jangka pendek. Ia menganggap bahwa membangun fondasi yang kuat akan membantu AC Milan kembali bersaing di level tertinggi dalam beberapa musim mendatang. Pendekatan ini, meski menimbulkan kritik dari sebagian suporter, menunjukkan bahwa ketenangan pelatih bersumber dari visi jangka panjang dan kepercayaan pada proses.

Kesimpulannya, AC Milan berada di titik krusial: harus segera mengatasi masalah serangan agar tidak kehilangan peluang Liga Champions, sekaligus menavigasi tekanan publik. Sementara itu, sikap tenang Allegri mencerminkan pemahaman mendalam akan dinamika tim dan kepercayaan bahwa perubahan taktik serta pengembangan pemain muda dapat mengembalikan kejayaan klub. Hanya waktu yang akan menentukan apakah ketenangan ini berbuah hasil atau tetap menjadi sekadar retorika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *