GemaWarta – 01 Mei 2026 | Houston Rockets berhasil menutup Game 5 babak pertama konferensi barat dengan kemenangan tipis 99-93 atas Los Angeles Lakers berkat penampilan gemilang Alperen Şengün. Pemain berusia 23 tahun itu mencatat 14 poin, 9 rebound, 8 assist, 2 steal, dan 1 blok, hampir mengisi statistik double‑double dan menjadi faktor penentu dalam membalikkan seri menjadi 3-2.
Saat melangkah ke lapangan Crypto.com Arena, Şengün menampilkan kombinasi klasik dan modern yang jarang terlihat di NBA: kemampuan post‑up tradisional dipadu dengan visi playmaking yang tajam. Ia tidak hanya menyerang keranjang, tetapi juga menyalurkan bola kepada rekan‑rekan setimnya, termasuk Jabari Smith Jr. yang mencetak 22 poin. Keberhasilan ini menambah catatan bersejarah Rockets sebagai tim ke‑16 yang berhasil memperpanjang seri setelah menurunkan posisi 0‑3, mengingatkan pada Boston Celtics 2023.
Pelatih Ime Udoka, yang menegur timnya setelah kekalahan telak pada Game 3, menyatakan, “Grow up,” namun dalam lima menit berikutnya, para pemain muda menunjukkan pertumbuhan mental yang signifikan. Şengün sendiri mengakui bahwa kesalahan pada tiga pertandingan pertama menjadi pelajaran berharga, dan ia menegaskan keinginan tim untuk memperpanjang seri hingga Game 7 di depan para penggemar di rumah.
- 25 Juli 2002: Lahir di Giresun, Turki.
- Usia 8: Dipilih oleh pelatih lokal Salim Tatlı untuk bergabung dengan akademi Banvit.
- Usia 12: Pindah ke Banvit, memulai perjalanan profesional di Turki.
- Usia 16: Debut di level profesional Banvit, mencatat rata‑rata 10,8 poin, 6,8 rebound, 1,2 assist pada musim 2018‑19.
- 2022: Dikontrak oleh Houston Rockets, menjadi salah satu pemain Turki pertama yang menembus NBA.
- 2024: Menjadi All‑Star kedua setelah Mehmet Okur pada 2007, menorehkan prestasi historis bagi bangsa Turki.
Perjalanan Şengün dari Giresun ke panggung global tidak lepas dari dukungan keluarga. Ayahnya, Kemal Şengün, pernah tinggal di Amerika Serikat selama hampir satu dekade dan kembali ke Turki dengan tekad menyebarkan olahraga basket. Setelah pertemuan dengan Salim Tatlı, Alperen diberikan kesempatan berlatih di Banvit, di mana ia tumbuh menjadi pemain dengan etos kerja tinggi.
Keberhasilan di panggung NBA juga memicu antusiasme di kalangan penggemar Turki. Salah satu pendukung muda, Berkay Ateş, mengaku menonton pertandingan secara langsung di arena dan menyatakan bahwa menonton Şengün bermain di playoff merupakan impian masa kecilnya yang terwujud. “Harikasın Alperen, ne büyük mutluluk,” tulisnya di media sosial, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Furkan Korkmaz yang membantu mengatur pertemuan tersebut.
Di sisi lain, performa Rockets menunjukkan bahwa meski kehilangan bintang seperti Kevin Durant karena cedera, tim muda ini mampu bersaing dengan para veteran. Şengün bersama Smith Jr., Reed Sheppard, dan pemain lainnya menampilkan kombinasi kecepatan, ketangguhan fisik, dan kebijaksanaan taktis yang biasanya dimiliki tim berpengalaman.
Jika Rockets berhasil mengamankan kemenangan pada Game 6, mereka akan menjadi tim pertama dalam sejarah NBA yang berhasil menumbangkan lawan setelah tertinggal 0‑3. Namun, tantangan masih besar karena Lakers masih memiliki LeBron James yang mencetak 25 poin pada pertandingan tersebut. Kedua tim diprediksi akan melanjutkan pertempuran sengit hingga akhir seri.
Dengan segala pencapaian ini, Alperen Şengün tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi generasi pemain basket Turki berikutnya. Dari lapangan Giresun hingga sorotan panggung NBA, ia membuktikan bahwa kerja keras, dukungan keluarga, dan keberanian mengambil peluang dapat menghasilkan kisah inspiratif yang melampaui batas geografis.
Seiring menunggu Game 6, sorotan media internasional tetap tertuju pada perkembangan Rockets dan peran kunci Şengün. Apakah ia akan melanjutkan penampilan impresifnya dan menuliskan bab baru dalam sejarah NBA? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: Alperen Şengün telah menjadi simbol kebangkitan basket Turki di dunia.











