GemaWarta – 31 Mei 2026 | Tim nasional Australia harus menelan kekalahan 0-1 dari Meksiko dalam laga persahabatan terakhir sebelum pelatih Tony Popovic mengumumkan skuad resmi untuk Piala Dunia 2026.
Pertandingan itu berlangsung di Stadion Rose Bowl, California, pada Minggu (31/5). Sejak awal laga, Australia berada di bawah tekanan. Meksiko tampil dominan sepanjang babak pertama, memaksa lini pertahanan Socceroos bekerja keras menahan gempuran.
Gol semata wayang dalam laga itu dicetak oleh Johan Vasquez pada menit ke-28. Bek Meksiko itu berhasil menyundul bola hasil sepak pojok Alexis Vega yang tak mampu dihalau kiper Australia, Mathew Ryan.
Australia sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama. Penyerang Mohamed Toure memanfaatkan kesalahan lini belakang Meksiko, tetapi upaya cungkilannya justru melebar dari gawang yang sudah terbuka.
Memasuki babak kedua, performa Australia meningkat signifikan. Tim asuhan Popovic tampil lebih agresif dan mampu memberikan tekanan balik kepada Meksiko, tetapi belum membuahkan hasil. Laga pun sempat memanas pada menit ke-76 ketika Meksiko mencoba mengeksekusi tendangan bebas cepat dan sempat mencetak gol.
Namun, wasit menganulir gol itu dan sempat memunculkan keributan antarpemain di lapangan. Sehari sebelum pengumuman skuad resmi pada 1 Juni, Popovic menurunkan susunan pemain berpengalaman. Mathew Leckie dan Harry Souttar kembali tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak akhir 2024.
Leckie dimainkan sebagai sayap kanan inverted dalam penampilan perdananya sejak November 2024, sedangkan Souttar mengisi lini belakang bersama pemain muda Lucas Herrington dan Alessandro Circati.
Setelah laga ini, Australia akan bertolak ke markas mereka di Bay Area sebelum menghadapi Swiss dalam laga uji coba berikutnya pada 6 Juni mendatang. Bagi Timnas Australia, ini adalah untuk kelima kalinya secara beruntun lolos ke putaran final Piala Dunia.
Dalam empat edisi sebelumnya, prestasi terbaik The Socceroos di turnamen elite antarnegara di dunia itu adalah pada 2006. Timnas Australia menunjukkan performa stabil sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Socceroos hanya benar-benar menemui kesulitan saat menghadapi Jepang dalam fase krusial.
Perjalanan mereka dimulai dari babak kedua dengan dominasi penuh. Australia meraih enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan, menegaskan kualitas mereka sebagai salah satu kekuatan utama di Asia. Memasuki babak ketiga, tantangan meningkat signifikan.
Kekalahan 0-1 dari Bahrain di laga pembuka dan hasil imbang melawan Indonesia menjadi titik balik yang berujung pada pergantian pelatih dari Graham Arnold ke Tony Popovic.
Kini, Australia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Dunia 2026 dengan skuad yang lebih matang dan siap untuk menghadapi tantangan di level tertinggi sepak bola dunia.
Dengan kekalahan ini, Australia harus memperbaiki strategi dan performa mereka sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat di Piala Dunia 2026. Mereka harus memanfaatkan sisa waktu untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan mereka.
Kesimpulan, kekalahan Australia dari Meksiko merupakan pelajaran berharga bagi timnas Australia. Mereka harus memperbaiki performa dan strategi mereka sebelum menghadapi Piala Dunia 2026.











