OLAHRAGA

Brian Uriarte Membela Diri Usai Kalah Dari Veda di Kandang Sendiri Moto3 Spanyol 2026

×

Brian Uriarte Membela Diri Usai Kalah Dari Veda di Kandang Sendiri Moto3 Spanyol 2026

Share this article
Brian Uriarte Membela Diri Usai Kalah Dari Veda di Kandang Sendiri Moto3 Spanyol 2026
Brian Uriarte Membela Diri Usai Kalah Dari Veda di Kandang Sendiri Moto3 Spanyol 2026

GemaWarta – 28 April 2026 | Setelah menutup seri Moto3 Spanyol 2026 dengan hasil posisi keenam, Veda Ega Pratama berhasil mengalahkan rekan satu kelasnya, Brian Uriarte, yang finis di posisi sembilan. Kemenangan Veda di lintasan rumahnya menambah jarak poin di klasemen Rookie of the Year, memaksa Uriuriate untuk memberikan pembelaan terbuka mengenai performa dan strategi tim Red Bull KTM Ajo.

Dalam konferensi pers pasca balapan, Brian Uriarte menegaskan bahwa hasil kurang memuaskan tersebut bukanlah indikasi penurunan kemampuan, melainkan konsekuensi dari beberapa faktor eksternal. Ia mengkritik kondisi trek yang berubah drastis setelah sesi latihan pertama, serta menyoroti masalah teknis pada motor KTM yang muncul di tengah lomba. “Kami mengalami kehilangan grip pada bagian depan setelah tiga lap pertama, sehingga harus menyesuaikan gaya mengemudi secara drastis,” ujar Uriarte.

🔖 Baca juga:
Drama di Jerez: Veda Ega Pratama Jatuh di Kualifikasi, Memulai P17, Namun Quiles Rebut Pole

Pembelaan tersebut juga mencakup penjelasan tentang persaingan internal di tim Red Bull KTM Ajo. Manajer tim, yang sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya atas performa dua pembalapnya pada seri Spanyol, kini menerima klarifikasi dari Uriarte. Ia menegaskan bahwa tim telah melakukan penyesuaian setup yang belum optimal, namun kerja keras mekanik dan data engineer tetap memberikan dukungan penuh.

Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan oleh Brian Uriarte dalam pembelaannya:

  • Masalah grip pada trek akibat perubahan suhu dan curah hujan ringan.
  • Kesulitan penyesuaian setup motor KTM di tengah balapan.
  • Strategi pit stop yang dipaksa oleh tim karena konsumsi ban yang lebih tinggi dari perkiraan.
  • Komitmen untuk meningkatkan performa di sisa empat seri akhir musim.

Sementara itu, Veda Ega Pratama, yang kini memimpin klasemen Rookie of the Year dengan 37 poin, terus menunjukkan konsistensi. Ia mencatatkan lima finis top‑six dalam empat balapan, termasuk podium di Brasil dan finis kelima di Thailand. Keberhasilan Veda menjadi sorotan utama karena ia membela pabrikan Honda Team Asia, bukan tim raksasa seperti KTM. Keunggulan tersebut membuka peluang bagi Veda untuk diperebutkan tim papan atas seperti Aspar Team untuk musim 2027.

Data poin sementara kedua pembalap Indonesia menunjukkan kesenjangan yang masih signifikan. Veda mengumpulkan 37 poin, sementara Uriarte hanya 28 poin. Di klasemen umum Moto3, Veda berada di posisi enam, sementara Uriarte berada di posisi sembilan. Selisih ini menambah tekanan pada Uriarte untuk memperbaiki performa di empat seri yang tersisa.

Manajer Red Bull KTM Ajo, yang sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya melalui pernyataan media, menanggapi pembelaan Uriarte dengan nada konstruktif. Ia mengakui adanya tantangan teknis, namun menegaskan bahwa tim tetap percaya pada potensi Uriarte untuk bersaing hingga akhir musim. “Kami menghargai keterbukaan Brian, dan tim akan bekerja lebih intensif dalam analisis data serta penyesuaian motor untuk memastikan ia kembali bersaing di puncak,” ujar manajer tersebut.

Para pengamat Moto3 menilai bahwa pembelaan Uriarte bersifat realistis dan menunjukkan kedewasaan mental seorang rookie. Mereka mencatat bahwa tekanan pada pembalap muda meningkat ketika bersaing dengan rekan sejawat yang sedang naik daun seperti Veda. Namun, kemampuan adaptasi dan pengalaman yang terus bertambah dapat menjadi faktor penentu bagi Uriarte dalam memperkecil kesenjangan poin.

Ke depan, fokus utama bagi Brian Uriarte adalah mengoptimalkan performa motor KTM pada trek yang bervariasi, meningkatkan konsistensi laptimes, dan memanfaatkan setiap kesempatan poin di setiap balapan. Jika berhasil, ia masih memiliki peluang untuk menutup jarak dengan Veda dan berjuang untuk posisi tertinggi di klasemen Rookie of the Year.

Secara keseluruhan, balapan di Spanyol menjadi titik balik yang menegaskan dominasi Veda di kelas rookie, sekaligus memicu introspeksi dan semangat juang baru bagi Brian Uriarte. Kedepannya, persaingan ketat di antara dua pembalap Indonesia ini diharapkan menambah daya tarik Moto3 2026 dan memberikan drama kompetitif yang menarik bagi para penggemar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *