GemaWarta – 24 April 2026 | Claudio Ranieri resmi mengundurkan diri dari jabatan penasihat teknis Roma pada pekan ini, mengakhiri masa kerjasama yang berlangsung singkat namun penuh dinamika. Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan resmi klub yang disampaikan pada konferensi pers daring, menandai babak baru bagi tim asuhan AS Roma setelah serangkaian hasil yang belum memuaskan.
Pecahnya hubungan kerja antara Ranieri dan pelatih kepala Gian Piero Gasperini menjadi pemicu utama pengunduran diri tersebut. Kedua tokoh sepak bola Italia itu diketahui berselisih pendapat mengenai taktik dan peran pemain utama. Gasperini, yang dikenal dengan gaya menyerang agresif, mengkritik beberapa keputusan strategis Ranieri yang dianggap terlalu konservatif, sementara Ranieri menilai pendekatan Gasperini belum cukup stabil untuk mengoptimalkan potensi skuad.
Sebelum bergabung dengan Roma, Ranieri memiliki karier panjang di dunia manajerial, termasuk mengantarkan Leicester City meraih gelar Liga Inggris pada musim 2015/2016 yang mengejutkan dunia. Di Italia, ia pernah melatih klub-klub besar seperti Juventus, Inter Milan, dan Napoli. Penunjukan sebagai penasihat teknis Roma pada awal musim ini sempat menimbulkan antisipasi tinggi, mengingat pengalaman internasionalnya yang luas dan reputasi “raja kejutan”.
Dalam pernyataan resmi, Roma menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ranieri selama masa kerjasama, meski mengakui adanya perbedaan pandangan yang tak dapat dijembatani. Klub menegaskan komitmen untuk terus mengejar target kompetitif di Serie A, Liga Champions, dan kompetisi domestik lainnya. Manajemen Roma juga mengumumkan bahwa mereka akan mengevaluasi struktur teknis secara menyeluruh sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Reaksi dari pemain dan pengamat pun beragam. Beberapa pemain senior mengungkapkan rasa terkejut atas keputusan tersebut, namun menekankan pentingnya stabilitas di ruang ganti. Pengamat sepak bola Italia menilai perselisihan antara Ranieri dan Gasperini mencerminkan tantangan budaya dalam menggabungkan dua filosofi melawan yang berbeda. Banyak yang memprediksi klub akan segera mencari pengganti yang dapat menjembatani gap taktik dan memberikan arahan yang lebih selaras dengan visi Gasperini.
Dampak langsung keputusan ini terasa pada performa tim di liga. Pada minggu sebelumnya, Roma mencatat hasil imbang melawan lawan tradisional, yang menempatkan mereka di posisi menengah klasemen Serie A. Tanpa kehadiran penasihat teknis yang berpengalaman, tekanan pada Gasperini dan staf pelatih semakin besar, terutama menjelang fase krusial kompetisi domestik dan Eropa.
Secara keseluruhan, pengunduran diri Claudio Ranieri menandai akhir dari sebuah episode singkat namun signifikan dalam sejarah Roma. Klub kini dihadapkan pada tugas menata kembali struktur teknisnya, sambil tetap berjuang mempertahankan posisi kompetitif. Bagi Ranieri, langkah ini membuka peluang baru untuk kembali menapaki kariernya di tingkat internasional, sementara Roma berharap menemukan solusi yang dapat mengembalikan stabilitas dan ambisi juara.











