GemaWarta – 29 April 2026 | Pertandingan antara Dewa United dan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan menjadi sorotan utama pekan ke-30 BRI Super League 2025/26. Setelah terpaksa menelan keunggulan 0-1 di babak pertama, skuad asuhan Jan Olde Riekerink berhasil melakukan perubahan taktik yang drastis, memanfaatkan semangat juara yang ditunjukkan oleh gelandang andalan Timnas Indonesia, Ricky Kambuaya. Keberhasilan Dewa United mengubah hasil menjadi kemenangan 2-1 menandai salah satu comeback paling mengesankan dalam fase akhir liga.
Babak pertama berlangsung dengan tempo tinggi. Madura United, yang bermain di kandang, mendominasi penguasaan bola dan berhasil mencetak gol pertama pada menit ke-23 melalui serangan terorganisir. Dewa United tampak kesulitan menembus pertahanan lawan, sementara tekanan mental mulai terasa. Namun, pelatih Jan Olde Riekerink tidak membiarkan timnya terpuruk. Setelah jeda istirahat, ia menurunkan strategi lebih agresif, menambah intensitas pressing, dan memanfaatkan sayap kiri yang lebih leluasa.
Perubahan taktik tersebut segera membuahkan hasil. Pada menit ke-49, Ricky Kambuaya memanfaatkan ruang di daerah pertahanan Madura United, mengoper bola kepada penyerang utama yang kemudian menyalurkan umpan balik ke Kambuaya sendiri. Gelandang tersebut menembakkan tembakan keras dari luar kotak penalti, memaksa kiper lawan menepis bola namun tidak berhasil menghentikannya. Gol pertama Dewa United ini menyamakan kedudukan 1-1, mengembalikan rasa percaya diri tim.
Tak lama setelah gol penyama, mentalitas juara kembali diuji. Kambuaya, yang telah menjadi figur kunci, kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol balasan pada menit ke-52. Serangan balik cepat memanfaatkan celah di lini belakang Madura United, dan Kambuaya mengeksekusi tendangan satu-satu yang menaklukkan gawang. Dua gol dalam rentang tiga menit mengubah dinamika pertandingan, menjadikan Dewa United unggul 2-1.
Selain kontribusi gol, Kambuaya juga menjadi penggerak utama transisi dari pertahanan ke serangan. Analisis taktik menunjukkan bahwa perubahan formasi menjadi 4-3-3 dengan peran playmaker lebih bebas memungkinkan Dewa United menguasai lini tengah. Penggunaan sayap kanan yang lebih aktif, dipadukan dengan pressing tinggi, memaksa Madura United kehilangan bola di zona berbahaya.
Statistik pertandingan menegaskan dominasi Dewa United pada babak kedua: penguasaan bola naik menjadi 58%, tembakan ke gawang meningkat menjadi 7 kali, dan jumlah umpan berhasil mencapai 312. Sementara Madura United, meski masih mengandalkan serangan balik, hanya mencatat 4 tembakan ke gawang dan 14 umpan berhasil.
Hasil ini memberi dampak signifikan pada klasemen sementara. Dewa United melaju ke posisi tiga dengan 38 poin, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen. Sementara Madura United tetap berada di posisi lima dengan 33 poin, menurunkan peluang mereka untuk melaju ke zona dua besar.
Pelatih Jan Olde Riekerink memuji mentalitas timnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menekankan pentingnya tidak menyerah meski berada di posisi tertinggal. “Kami menunggu momen yang tepat, dan para pemain menunjukkan keberanian serta kepercayaan diri untuk bangkit,” ujar Olde Riekerink.
Ricky Kambuaya, yang juga menjadi sorotan media, menyatakan kebanggaannya atas kerja keras rekan-rekannya. “Kami tertinggal di babak pertama, tapi semua pemain punya mental untuk bangkit. Itu yang membuat kami bisa comeback di babak kedua,” katanya, menegaskan peran mentalitas dalam kemenangan.
Keberhasilan Dewa United ini tidak lepas dari dukungan suporter yang tetap bersemangat meski berada di luar stadion. Suara sorakan dari bangku penonton Bangkalan turut menambah energi tim, terutama pada fase kritis kedua babak.
Dengan sisa lima pekan kompetisi, persaingan menjadi semakin ketat. Dewa United bertekad untuk tetap konsisten, sementara Madura United harus memperbaiki strategi agar dapat kembali mengumpulkan poin penting di laga-laga berikutnya. Pertarungan antara kedua tim pada pekan ke-30 ini menjadi contoh nyata bagaimana mental juara dan penyesuaian taktik dapat mengubah nasib sebuah pertandingan.











