OLAHRAGA

Drama Final ACL 2025/2026: Al-Ahli vs Machida Zelvia, Mahrez Bawa Kejutan Besar

×

Drama Final ACL 2025/2026: Al-Ahli vs Machida Zelvia, Mahrez Bawa Kejutan Besar

Share this article
Drama Final ACL 2025/2026: Al-Ahli vs Machida Zelvia, Mahrez Bawa Kejutan Besar
Drama Final ACL 2025/2026: Al-Ahli vs Machida Zelvia, Mahrez Bawa Kejutan Besar

GemaWarta – 29 April 2026 | Sabtu, 25 April 2026 menjadi malam yang tak akan terlupakan bagi pecinta sepak bola Asia. Dalam laga penentuan Liga Champions Asia (ACL) Elite, Al-Ahli dari Saudi Arabia berhasil mengalahkan tim Jepang, Machida Zelvia, dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini tidak hanya menambah daftar trofi klub, tetapi juga mengukir cerita heroik Riyad Mahrez yang mencetak gol penentu dan mempersembahkan hadiah mewah kepada rekan-rekannya.

Sejak fase grup, Mahrez menjadi motor penggerak Al-Ahli. Empat gol pentingnya, termasuk satu dari tendangan bebas pada menit ke-117 di babak 16 besar melawan Al-Duhail, menunjukkan kualitas dan kepemimpinan yang tak tergantikan. Pada final, ia menambah catatan gemilang dengan mencetak satu-satunya gol melalui tembakan kaki kiri yang memanfaatkan kekeliruan kiper Machida Zelvia di area penalti. Gol tersebut memastikan keunggulan 1-0 yang bertahan hingga peluit akhir.

🔖 Baca juga:
Drama AFC Champions League Elite: Machida Zelvia Tantang Al Ittihad di Final

Di luar lapangan, Mahrez menimbulkan kehebohan dengan tindakan filantropi yang tidak biasa. Sebelum pertandingan final, ia memutuskan untuk membeli hadiah khusus senilai £17.000 untuk setiap anggota skuad Al-Ahli. Hadiah tersebut berupa jam tangan Rolex buatan khusus, yang menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan kerja keras para pemain selama kampanye ACL. Gestur ini mengundang pujian sekaligus kritik, karena sejumlah pihak menilai aksi tersebut menciptakan ketimpangan finansial di antara klub-klub Asia.

Machida Zelvia, yang merupakan tim pertama Jepang yang berhasil menembus final ACL, tampil dengan strategi defensif ketat. Meskipun menyerang lebih sedikit, mereka berhasil menahan tekanan Al-Ahli selama hampir 90 menit pertama. Namun, kelelahan dan kurangnya kedalaman skuad menjadi faktor utama yang memungkinkan Mahrez menemukan celah pada menit ke-68. Gol tunggal itu langsung mengubah dinamika pertandingan, memaksa Zelvia beralih ke taktik serangan balik yang pada akhirnya tidak menghasilkan peluang berarti.

Keputusan Mahrez untuk memberikan hadiah Rolex juga menimbulkan perdebatan tentang profesionalisme dalam kompetisi klub. Beberapa analis menyebutkan bahwa hadiah sebesar itu dapat memengaruhi motivasi pemain lawan, sementara yang lain berpendapat bahwa tindakan tersebut hanyalah bentuk apresiasi pribadi tanpa dampak kompetitif. Kontroversi ini menambah lapisan drama di balik sorotan utama pertandingan.

🔖 Baca juga:
Eksklusif! Bek Jepang Shuto Asano Bercerita Duel dengan Bintang Persib Bandung dan Target Taklukkan Liga Indonesia

Selama fase grup, Al-Ahli menunjukkan performa mengesankan dengan kemenangan 4-2 atas Nasaf Qarshi, berkat gol penutup Mahrez pada menit tambahan ke-94. Di pertandingan lain, ia juga mencetak gol kemenangan melawan Al-Duhail pada menit ke-117, sebuah gol yang menegaskan kemampuan set-piece-nya. Pada perempat final, meskipun tidak mencetak gol, Mahrez tetap menjadi figur kunci dalam mengatur serangan dan membantu rekan-rekannya menciptakan peluang.

Statistik akhir pertandingan memperlihatkan dominasi Al-Ahli dalam penguasaan bola (58%) dan tembakan ke arah gawang (12 tembakan, 5 tepat sasaran). Machida Zelvia hanya mencatat 6 tembakan dengan 2 tepat sasaran. Kedua tim masing-masing menampilkan 3 tendangan sudut dan 14 lemparan ke dalam. Kartu kuning terbagi merata, masing-masing dua kartu, tanpa adanya kartu merah.

Setelah kemenangan, pelatih Al-Ahli mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mahrez atas kontribusinya, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Ia menekankan bahwa semangat tim dan kerja keras kolektif adalah kunci utama, sementara hadiah Rolex dianggap sebagai motivasi tambahan yang memperkuat ikatan antar pemain.

🔖 Baca juga:
Drama di King Abdullah Sport City: Al‑Ahli Tumbangkan JDT 1‑2 Meski Bermain 10 Pemain

Di sisi lain, manajer Machida Zelvia menyatakan kekecewaannya atas hasil akhir, namun tetap menghargai penampilan tim yang berhasil mencapai final untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi batu loncatan untuk perkembangan sepak bola Jepang di kancah internasional.

Kesimpulannya, final ACL 2025/2026 antara Al-Ahli vs Machida Zelvia tidak hanya menjadi panggung bagi aksi sepak bola kelas dunia, tetapi juga memperlihatkan dimensi sosial dan ekonomi yang melingkupi dunia olahraga modern. Mahrez, dengan empat gol krusial dan hadiah mewahnya, menjadi protagonis utama yang menorehkan kisah luar biasa dalam sejarah kompetisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *