GemaWarta – 05 Mei 2026 | Dalam laga krusial pekan keempat belas musim 2025/2026 Scottish Premiership, Heart of Midlothian (Hearts) berhasil menumbangkan Rangers FC dengan skor 2-1 di Tynecastle Park, Edinburgh. Kemenangan ini tidak hanya menambah selisih tiga poin atas rival terdekat, Celtic, tetapi juga menyingkirkan Rangers FC dari peluang besar merebut gelar, mengingat jarak poin yang semakin melebar dengan hanya tiga pertandingan tersisa.
Rangers FC membuka pertandingan dengan serangan cepat. Pada menit ke-23, Dujon Sterling memanfaatkan defleksi Michael Steinwender untuk mencetak gol pertama, menempatkan tim asal Glasgow di puncak papan skor 1-0. Gol ini membuat suasana di Tynecastle menjadi tegang, mengingat Rangers FC selama ini menjadi favorit utama dalam perebutan gelar musim ini.
Namun, semangat juang Hearts tak surut. Setelah jeda istirahat, Stephen Kingsley menegaskan kembali tekad timnya dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-54. Gol rebound tersebut memicu sorakan gemuruh dari pendukung rumah, menandakan perubahan dinamika pertandingan.
Momentum berlanjut pada menit ke-71 ketika kapten Rangers FC, Lawrence Shankland, menyalip pertahanan Hearts dengan tendangan kaki kiri yang halus, menjadikan skor akhir 2-1 untuk Hearts. Gol tersebut sekaligus menjadi gol penentu kemenangan dan menegaskan keunggulan taktik pelatih Derek McInnes yang melakukan perubahan mentalitas pada babak kedua.
Pelatih Rangers FC, Danny Rohl, menyatakan kekecewaannya pasca pertandingan. Ia mengakui timnya gagal menunjukkan konsistensi dan ketangguhan pada fase akhir, terutama setelah memberikan keunggulan kepada Hearts di babak pertama. Rohl menambahkan bahwa Rangers FC masih memiliki tiga pertandingan tersisa, namun kesulitan mengubah hasil di fase penentuan menjadi tantangan besar.
Di sisi lain, Derek McInnes memuji performa timnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan. “Kami tidak mengubah sistem, hanya mentalitas. Pemain menanggapi motivasi di ruang ganti dan itu terbukti di lapangan,” ujar McInnes dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia juga menyoroti keputusan taktis penting, yakni mengganti Islam Chesnokov dengan Blair Spittal, yang memberikan energi tambahan di lini tengah.
Berita ini mengangkat sejumlah poin penting dalam persaingan liga:
- Hearts kini unggul tiga poin atas Celtic dan memiliki selisih gol positif lima, menempatkan mereka sebagai tim terdepan dengan tiga pertandingan tersisa.
- Rangers FC terpuruk tujuh poin di belakang pemimpin, dengan peluang gelar semakin tipis.
- Jika Hearts memenangkan dua pertandingan terakhir mereka melawan Motherwell dan Falkirk, serta Celtic gagal mengalahkan Rangers FC pada pertemuan terakhir, Hearts berpeluang mengamankan gelar pertama sejak 1960.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Hearts berhasil mencetak 19 poin dari posisi tertinggal sepanjang musim ini, catatan tertinggi di antara semua tim. Sementara itu, Rangers FC harus memperbaiki pertahanan, khususnya dalam mengelola keunggulan pada babak pertama.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa kemenangan ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika kompetisi. “Hearts menunjukkan kemampuan untuk mengatasi tekanan dan memanfaatkan peluang, sementara Rangers FC tampak kehilangan konsistensi di momen krusial,” kata analis lokal.
Ke depan, Hearts akan melanjutkan agenda melawan Celtic di pertandingan penentu pada akhir pekan, sementara Rangers FC berusaha memulihkan diri menghadapi Celtic di Ibrox pada hari Minggu. Kedua tim berada dalam situasi yang menuntut hasil maksimal untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar.
Dengan hasil ini, harapan para pendukung Hearts untuk melihat klub mereka mengakhiri dominasi Old Firm selama empat dekade kembali menguat. Sementara itu, Rangers FC harus mengevaluasi strategi dan mentalitas tim agar dapat kembali bersaing di puncak klasemen.











