GemaWarta – 28 April 2026 | Grup B Liga Championship 2025/2026 kini memasuki fase penentuan akhir, di mana empat tim utama—PSS Sleman, Persipura Jayapura, Barito Putera, dan Kendal Tornado—bersaing ketat demi promosi Liga 1 musim depan. Setelah laga pamungkas melawan Persiba Balikpapan yang berakhir imbang 1-1, PSS Sleman menempati posisi puncak dengan 53 poin, bersamaan dengan Persipura dan hanya selisih tiga poin dari Barito Putera. Kendal Tornado masih berada di zona menengah dengan 48 poin, namun peluang mereka tetap terbuka lewat jalur playoff.
Berikut rangkuman poin masing-masing tim menjelang putaran terakhir:
| Tim | Poin | Main | Menang | Seri | Kalah | Selisih Gol |
|---|---|---|---|---|---|---|
| PSS Sleman | 53 | 27 | 16 | 5 | 6 | +22 |
| Persipura Jayapura | 53 | 27 | 16 | 5 | 6 | +20 |
| Barito Putera | 50 | 27 | 14 | 8 | 5 | +15 |
| Kendal Tornado | 48 | 27 | 13 | 9 | 5 | +12 |
PSS Sleman memiliki tiga skenario utama. Jika mengalahkan PSIS Semarang pada 3 Mei 2026 di Stadion Maguwoharjo, mereka akan mengakhiri grup dengan 56 poin dan memastikan promosi Liga 1 sebagai juara grup. Kemenangan tersebut juga memperkuat selisih gol dan head‑to‑head melawan Persipura, yang keduanya masih berada di 53 poin. Jika PSS hanya seri, poin mereka naik menjadi 54, namun Persipura bisa melampaui mereka bila menang melawan Persiku Kudus, meninggalkan PSS di posisi runner‑up dengan peluang playoff. Dalam kasus imbang, PSS tetap bergantung pada hasil Persipura; kegagalan Persipura melawan Persiku akan menjaga PSS di puncak.
Persipura Jayapura berada pada posisi yang hampir sama. Kemenangan atas Persiku Kudus memberi mereka 56 poin, mengungguli PSS baik dari segi poin maupun selisih gol, sehingga otomatis naik ke Liga 1. Namun, jika Persipura hanya seri, mereka akan menumpuk 54 poin, setara dengan PSS yang mungkin juga seri. Dalam skenario ini, head‑to‑head menjadi penentu; PSS memiliki keunggulan karena kemenangan lebih dulu melawan Persipura di fase grup. Kalah melawan Persiku berarti Persipura tetap pada 53 poin dan menyerahkan tiket pertama kepada PSS.
Barito Putera masih hidup dalam persaingan meski berada tiga poin di belakang pemimpin. Kemenangan atas Persipal Palu pada 3 Mei akan menambah poin mereka menjadi 53, sama dengan PSS dan Persipura. Namun, Barito unggul dalam head‑to‑head melawan PSS (menang 2-1 di pertemuan pertama), sehingga bila kedua tim berakhir dengan poin sama, Barito dapat melaju ke posisi pertama. Jika Barito hanya seri, mereka tetap di 51 poin dan bergantung pada kekalahan kedua tim di atas untuk menembus jalur playoff.
Kendal Tornado menempati posisi keempat dengan 48 poin, namun masih memiliki jalur playoff terbuka. Mereka harus memenangkan laga melawan Persipal Palu dan mengandalkan kegagalan tiga tim di atas dalam pertandingan terakhir. Jika Barito, PSS, dan Persipura semua mengalami kegagalan (kalah atau seri yang tidak menguntungkan), Kendal berpeluang menempati posisi ketiga grup dan melaju ke babak playoff, yang menawarkan satu tiket promosi Liga 1 tambahan.
Secara keseluruhan, dinamika poin di Grup B sangat bergantung pada hasil laga penutup. PSS Sleman berada di jalur paling aman jika mampu mengamankan kemenangan di kandang. Persipura memiliki peluang serupa, sementara Barito Putera dan Kendal Tornado harus mengandalkan kombinasi hasil positif dan kegagalan lawan. Semua tim menyiapkan strategi khusus: PSS mengandalkan serangan sayap Ansyari Lubis, Persipura mengoptimalkan kecepatan pemain sayapnya, Barito menitikberatkan pada pertahanan zona, dan Kendal memanfaatkan transisi cepat.
Dengan hanya satu putaran tersisa, hitung‑hitungan ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar dan analis sepakbola. Siapa yang akan melaju ke Liga 1? Semua mata kini tertuju pada Maguwoharjo, Lukas Enembe, dan Stadion 17 Mei, menanti drama akhir musim yang menjanjikan.











