GemaWarta – 30 April 2026 | Inter Milan resmi mengumumkan rencana perpanjangan kontrak jangka panjang untuk wing‑back asal Italia, Federico Dimarco, yang diproyeksikan akan tetap berada di San Siro hingga musim panas 2030.
Langkah ini dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama klub akan mengaktifkan klausul perpanjangan otomatis yang ada dalam kontrak Dimarco saat ini, memperpanjang masa berlakunya satu tahun hingga akhir musim 2027/2028. Setelah itu, negosiasi lanjutan akan dibuka untuk menandatangani kontrak baru berjangka dua musim lagi, sehingga pemain berusia 28 tahun tersebut dapat bermain bersama Inter hingga 2030.
- Kontrak lama: berakhir pada musim panas 2027.
- Klausul otomatis: memperpanjang satu tahun (hingga 2028).
- Kontrak baru: tambahan dua tahun (hingga 2030).
- Gaji: diperkirakan €4 juta per musim setelah pajak.
Keputusan ini bukan sekadar langkah administratif. Musim 2025‑26 menjadi musim paling gemilang bagi Dimarco. Ia mencatatkan 43 penampilan di semua kompetisi, mencetak 7 gol, dan menyumbang 18 assist. Statistik assist tersebut menempatkannya sebagai raja assist Serie A, menyamai atau melampaui rekor assist terbanyak dalam satu musim menurut beberapa media Italia (16 atau 17 assist, tergantung definisi).
Performanya tak hanya meningkatkan statistik pribadi, tetapi juga berperan penting dalam dominasi Inter di papan atas klasemen. Pada akhir April 2026, Nerazzurri memimpin liga dengan selisih 10 poin dari Napoli dan 12 poin dari AC Milan, dengan empat pertandingan tersisa. Jika Inter meraih kemenangan di laga terakhir melawan Parma, gelar Serie A sudah dapat dipastikan.
Pelatih kepala Cristian Chivu, yang juga mantan pemain Inter dan pemenang treble 2010, memuji konsistensi Dimarco. “Dia memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan, serta memiliki kemampuan mengirimkan crossing tepat yang sulit dihentikan,” ungkap Chivu dalam konferensi pers setelah pertandingan melawan Torino, di mana Dimarco mencetak assist kedua untuk Marcus Thuram.
Keberlanjutan Dimarco di Inter juga dianggap strategis untuk mempertahankan identitas taktik wing‑back yang menjadi ciri khas tim. Dengan menambah pengalaman internasional bersama timnas Italia, ia dapat menjadi mentor bagi pemain muda yang sedang naik daun.
Selain aspek sportivitas, perpanjangan kontrak membawa implikasi finansial bagi klub. Gaji €4 juta per musim menjadikan Dimarco salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di posisi sayap kiri di Serie A, namun klub menilai nilai tambahnya pada lapangan sepadan dengan investasi tersebut.
Jika semua rencana berjalan lancar, Federico Dimarco akan menutup kariernya bersama Inter dengan koleksi gelar liga, piala Italia, dan potensi penampilan di Liga Champions. Keputusan perpanjangan kontrak ini sekaligus menegaskan ambisi Inter untuk mempertahankan dominasi domestik hingga pertengahan dekade berikutnya.
Kesimpulannya, langkah perpanjangan kontrak dua tahap bagi Dimarco tidak hanya menjamin stabilitas skuad, tetapi juga memperkuat pondasi Inter dalam meraih target ganda liga dan piala, sambil memberi pemain bintang Italia kesempatan untuk menorehkan sejarah lebih lanjut di San Siro.











