GemaWarta – 29 April 2026 | Jannik Sinner, petenis asal Italia yang kini menempati peringkat nomor satu dunia, kembali menunjukkan dominasinya di Mutua Madrid Open 2026. Pada babak keempat, Sinner menundukkan Cameron Norrie dari Inggris dengan skor 6-2, 7-5, menambah catatan kemenangan beruntun menjadi 20 pertandingan. Kemenangan ini tak hanya menegaskan posisi Sinner sebagai unggulan, namun juga memicu sorotan terhadap jadwal pertandingan malam yang dianggap mengganggu performa atlet.
Setelah mengalahkan Norrie, Sinner dijadwalkan berhadapan dengan Rafael Jodar, pemain muda asal Spanyol yang menaklukkan Vit Kopriva pada hari berikutnya. Meskipun antisipasi tinggi menyambut duel tersebut, Sinner menyuarakan keluhan tentang jam pertandingan yang memaksa pemain bertanding hingga lewat tengah malam. “Untuk tubuh dan pikiran, bermain di lapangan pada pukul 23.00 hingga lewat tengah malam tidak mudah,” ujar Sinner dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan, “Meskipun ada hari libur, penonton hanya melihat kami di lapangan, dan kami baru selesai pada pukul 01.15. Setelah itu masih ada konferensi pers, pemulihan, makan, dan perawatan, sehingga kami baru bisa tidur sekitar pukul 04 atau 05 pagi. Hal ini mengacaukan seluruh rutinitas harian kami.”
Kritik Sinner menyoroti dua aspek utama: kualitas tidur dan pemulihan fisik. Dengan jadwal yang menunda akhir pertandingan hingga dini hari, atlet harus menyesuaikan pola tidur mereka, yang berdampak pada kesiapan mental dan fisik untuk pertandingan berikutnya. Sinner menegaskan bahwa perubahan jadwal dapat meningkatkan kualitas pertarungan dan mengurangi risiko cedera.
Selain menumpas Norrie, Sinner juga mengungkapkan kegemarannya terhadap masakan India, khususnya butter chicken. “Jika saya punya kesempatan, saya sangat ingin mengunjungi India dan mencicipi butter chicken secara langsung,” katanya dalam sebuah wawancara santai. Ungkapan ini menambah dimensi pribadi pada sosok Sinner yang dikenal disiplin di lapangan, namun tetap memiliki selera kuliner yang beragam.
Secara statistik, kemenangan beruntun Sinner kini menelusuri jejak rekor pribadi. Ia mencatat 20 kemenangan beruntun sejak Indian Wells, dan hanya enam pertandingan lagi untuk menyamai rekor 26 kemenangan beruntun yang ia capai antara September 2024 hingga Mei 2025. Jika Sinner berhasil menjuarai Madrid Open, rekornya akan naik menjadi 23 kemenangan beruntun, dan ia berpeluang menambah catatan tersebut di turnamen berikutnya, Italian Open, serta Grand Slam Roland Garros.
- Rekor kemenangan beruntun Sinner: 20 (saat ini), target 26.
- Turnamen yang menjadi fokus: Madrid Open, Italian Open, Roland Garros.
- Jadwal pertandingan malam di Madrid: mulai pukul 20.00, sering selesai setelah pukul 01.00.
Para pengamat menilai bahwa jika Sinner dapat menyesuaikan diri dengan jadwal malam, peluangnya untuk mencetak sejarah di tingkat Masters 1000 dan Grand Slam akan semakin terbuka lebar. Sementara itu, kritiknya terhadap penyelenggara turnamen diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi ATP dalam merumuskan jadwal kompetisi di masa mendatang.
Dalam konteks global, popularitas Sinner yang terus meningkat tidak hanya terbatas pada prestasi di lapangan. Keinginannya mengunjungi India dan mencicipi butter chicken mencerminkan keterbukaan budaya yang dapat memperluas basis penggemarnya di Asia. Kombinasi antara performa luar biasa, suara kritis terhadap organisasi, dan sisi personal yang menarik menjadikan Jannik Sinner salah satu tokoh paling menonjol dalam tenis dunia saat ini.
Kesimpulannya, Jannik Sinner tidak hanya mengukir kemenangan beruntun yang mengesankan, tetapi juga memberikan masukan konstruktif mengenai penjadwalan turnamen serta mengekspresikan aspirasi pribadi yang dapat meningkatkan daya tariknya secara internasional. Jika permintaannya terkait jadwal dipertimbangkan, serta ia berhasil menambah rekor kemenangan, Sinner berpotensi menorehkan nama di antara legenda tenis terbesar sepanjang masa.











