GemaWarta – 02 Mei 2026 | Julian Alvarez kembali menjadi sorotan utama dalam dunia sepak bola internasional menjelang akhir musim 2025/2026. Striker asal Argentina yang kini bermain untuk Atlético Madrid tengah menghadapi tiga isu penting: ketertarikan Arsenal dan Barcelona untuk mendatangkan dirinya, cedera pergelangan kaki yang menghambat penampilannya di laga Champions League, serta perbandingan performa dengan rekan seposisinya di Liga Inggris, Viktor Gyökeres.
Arsenal, yang mengalami kesulitan dalam mencetak gol secara konsisten sejak kedatangan Gabriel Jesus dan Kai Havertz, melihat Alvarez sebagai solusi ofensif yang potensial. Menurut laporan tim transfer, Gunners siap menawarkan hingga €100 juta (sekitar £86,3 juta) untuk mengamankan jasa striker berusia 26 tahun itu. Meskipun Atlético menilai nilai pasar Alvarez setidaknya €120 juta, Arsenal berkeyakinan dapat menutup selisih tersebut dengan mengandalkan dana yang tersedia serta dukungan dewan klub.
Di sisi lain, Barcelona juga menunjukkan minat kuat. Klub Spanyol tersebut menganggap Alvarez sebagai pengganti alami bagi Robert Lewandowski yang diprediksi akan meninggalkan kampung biru. Namun, Atlético menolak menjual pemainnya ke klub rival domestik, sehingga membuka peluang bagi Arsenal untuk menjadi alternatif pertama. Sumber internal menyebutkan bahwa Alvarez sendiri lebih memilih tetap berkarier di Spanyol daripada kembali ke Liga Premier, meskipun ia tetap terbuka untuk tantangan baru menjelang Piala Dunia.
Sementara negosiasi berlangsung, cedera pergelangan kaki menambah komplikasi. Pada pertandingan 1-1 melawan Arsenal di fase grup Champions League, Alvarez harus digantikan pada menit ke‑77 setelah terjegal oleh Eberechi Eze. Diego Simeone, pelatih Atlético, mengonfirmasi bahwa pemainnya tidak akan tampil dalam laga La Liga melawan Valencia yang dijadwalkan pada akhir pekan tersebut. Simeone menegaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga kebugaran pemain kunci menjelang semi final Champions League melawan Arsenal pada minggu berikutnya.
Performa Alvarez di musim ini juga menjadi bahan perbandingan dengan Viktor Gyökeres, striker asal Swedia yang kini bermain di Arsenal. Kedua pemain memiliki statistik yang hampir serupa, namun dengan perbedaan signifikan dalam konteks tim. Tabel di bawah ini merangkum data utama mereka hingga akhir April 2026:
| Pemain | Klub | Gol | Assist | Menit Bermain | Gol per 90′ |
|---|---|---|---|---|---|
| Julian Alvarez | Atlético Madrid | 20 | 9 | 3.483 | 0,52 |
| Viktor Gyökeres | Arsenal | 19 | 2 | 3.159 | 0,54 |
Statistik menunjukkan bahwa Alvarez memberikan kontribusi assist yang lebih tinggi, sementara Gyökeres memiliki rasio gol per 90 menit yang sedikit lebih baik. Namun, konteks kompetisi berbeda; Atlético berada di persaingan ketat untuk posisi empat Liga Spanyol dan peluang ke final Champions League, sedangkan Arsenal berjuang menembus peringkat empat Premier League.
Analisis para pengamat menilai bahwa keputusan Arsenal untuk mengincar Alvarez bukan semata‑mata soal statistik, melainkan kebutuhan taktik. Arteta menginginkan penyerang yang dapat bergerak cepat, menekan pertahanan lawan, dan memiliki naluri mencetak gol di dalam kotak penalti. Alvarez, dengan tinggi 5 ft 8 in dan kecepatan eksplosif, cocok dengan filosofi bermain menyerang yang diusung oleh Gunners.
Di sisi lain, Barcelona melihat Alvarez sebagai elemen penting untuk memperkuat lini serang mereka, terutama menjelang fase akhir Liga Champions. Jika transfer ke Barcelona terwujud, Arsenal harus beralih ke alternatif lain, seperti memperkuat lini tengah atau mencari striker muda berbakat dari pasar domestik.
Secara keseluruhan, nasib Julian Alvarez masih berada pada titik belah. Jika ia pulih sepenuhnya dari cedera, performanya di sisa musim akan menjadi faktor penentu nilai tawarannya. Baik Arsenal maupun Barcelona memiliki argumen kuat, namun kebijakan Atlético yang menolak penjualan ke rival domestik memberi keunggulan bagi Arsenal dalam persaingan.
Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, keputusan ini tidak hanya memengaruhi dinamika klub, tetapi juga peluang Alvarez untuk tampil di panggung internasional bersama timnas Argentina. Pemain tersebut kini berada dalam posisi strategis, di mana keputusan klub dapat memperkuat atau menghambat kariernya pada tahap krusial.











