GemaWarta – 01 Mei 2026 | Jumat (30/04/2026), pelatih Arema FC, Asad Arifin, menegaskan bahwa persaingan untuk menguasai puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 semakin sengit. Menurutnya, selain Persib Bandung dan Borneo FC yang tengah beradu poin, Persija Jakarta juga tetap menjadi kandidat kuat yang tidak boleh diabaikan. Pernyataan tersebut muncul usai Arema mengalami kekalahan telak 0-4 melawan Persebaya Surabaya dalam derbi Jatim, sekaligus menjelang empat laga terakhir musim yang menentukan nasib masing‑masing klub.
Arema FC, yang saat ini berada di urutan ke‑5 dengan 62 poin, harus menambah poin dalam lima pertandingan tersisa agar tetap berpeluang finis di atas tiga besar. General Manager klub, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa seluruh elemen tim harus bertanggung jawab dan menghasilkan poin maksimal. “Kami tidak akan memberi ruang bagi lawan, termasuk Persija, untuk menggerogoti posisi kami,” ujar Fitriandi.
Sementara itu, Borneo FC Samarinda terus menancapkan diri di puncak klasemen. Setelah mengalahkan Persik Kediri 1-0 pada pekan ke‑30, tim asuhan Fabio Lefundes mencatat 69 poin dari 30 laga, mengungguli Persib Bandung yang hanya mengumpulkan 66 poin meski memiliki selisih head‑to‑head lebih menguntungkan. Kiper timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, menekankan pentingnya menjaga chemistry tim dan konsistensi pada empat laga terakhir.
Berikut rekapitulasi poin tiga tim utama menjelang putaran akhir:
| Tim | Poin |
|---|---|
| Borneo FC | 69 |
| Persib Bandung | 66 |
| Persija Jakarta | 62 |
Persija Jakarta, yang berada di posisi ketiga, masih memiliki peluang besar untuk menyalip kedua tim di atasnya. Klub ibukota mencatat 62 poin dan masih memiliki lima laga tersisa, termasuk pertandingan melawan Arema FC pada pekan ke‑31. Pelatih Persija, Thomas Doll, menilai bahwa timnya berada dalam fase “menyelesaikan pekerjaan” dan berharap dapat memanfaatkan momentum akhir musim.
Dalam konteks tersebut, Asad Arifin menambahkan, “Kami tidak hanya berfokus pada Persib atau Borneo. Persija memiliki skuad yang kuat dan pengalaman di kompetisi ini. Jika mereka mengumpulkan hasil positif, mereka bisa saja menyalip kami atau bahkan menyalip Persib dan Borneo.” Ia menekankan bahwa Arema harus mengadopsi pola permainan yang lebih disiplin dan memaksimalkan peluang dalam setiap laga.
Analisis taktik Fabio Lefundes juga menjadi sorotan. Pelatih asal Brasil itu menilai bahwa empat pertandingan terakhir Borneo FC—melawan Persita Tangerang, Bali United, Persijap Jepara, dan Malut United—berpotensi menambah minimal 10 poin. Namun, ia mengingatkan bahwa lawan-lawan tersebut tidak dapat dianggap remeh, terutama Bali United yang memiliki catatan defensif ketat.
Di sisi lain, Persib Bandung berupaya mempertahankan performa tak terkalahkan di tujuh laga terakhir. Namun, hasil imbang melawan Dewa United (2-2) dan Arema FC (0-0) menunjukkan adanya keraguan dalam mengamankan tiga poin secara konsisten. Jika Persib gagal mengoptimalkan dua laga terakhir melawan Bhayangkara dan Persija, peluang Borneo FC untuk mengamankan gelar menjadi lebih besar.
Kesimpulannya, persaingan gelar juara di BRI Super League 2025/2026 tidak hanya melibatkan duel antara Borneo FC dan Persib Bandung. Persija Jakarta, dengan ambisi kuat, tetap menjadi faktor penentu yang harus diwaspadai oleh semua tim, termasuk Arema FC yang kini berusaha bangkit setelah kekalahan besar. Seluruh mata kini tertuju pada empat laga terakhir Borneo FC, lima laga Persib, dan lima laga Persija, yang masing‑masing akan menentukan siapa yang akhirnya mengangkat trofi juara musim ini.











