OLAHRAGA

Persis Solo Berjuang Hindari Degradasi Sementara BFI Finance Terjerat Kasus Tarik Paksa Mobil Mewah

×

Persis Solo Berjuang Hindari Degradasi Sementara BFI Finance Terjerat Kasus Tarik Paksa Mobil Mewah

Share this article
Persis Solo Berjuang Hindari Degradasi Sementara BFI Finance Terjerat Kasus Tarik Paksa Mobil Mewah
Persis Solo Berjuang Hindari Degradasi Sementara BFI Finance Terjerat Kasus Tarik Paksa Mobil Mewah

GemaWarta – 27 April 2026 | Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menegaskan bahwa timnya tidak tertekan meski menghadapi lima laga superberat di sisa musim BRI Super League 2025/2026. Dengan tiga poin yang mengambang di zona degradasi, Seslija menekankan pentingnya konsistensi dan mental juara untuk mengatasi lawan‑lawannya yang lebih kuat. Persis Solo kini harus menyiapkan taktik khusus untuk menghadapi lawan‑lawannya, termasuk tim‑tim papan atas yang berjuang meraih gelar.

Dalam beberapa pekan terakhir, persaingan di ujung bawah klasemen semakin ketat. Tujuh tim berada di ambang jurang degradasi, termasuk Persik, Persib, dan Borneo FC. Tekanan ini memaksa masing‑masing klub memperkuat skuad atau mengubah strategi pelatih. Seslija, yang sebelumnya melatih di liga luar negeri, menilai bahwa pengalaman internasionalnya dapat memberi keunggulan taktis, terutama dalam mengatur pertahanan saat melawan tim‑tim dengan serangan cepat.

🔖 Baca juga:
Rashford Bawa Barcelona ke Puncak La Liga, Transfer Besar Mengguncang Dunia Sepak Bola

Sementara itu, di ranah keuangan otomotif, BFI Finance menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam kontroversi penarikan paksa mobil Lexus RX350 milik Andy Pratomo di Surabaya. Kasus ini menguak dugaan pemaksaan oleh debt collector (DC) yang menuduh adanya tunggakan, padahal Pratomo mengklaim mobil tersebut dibeli secara tunai pada September 2025. BFI Finance mengeluarkan pernyataan normatif melalui Corporate Communication Rizky Adelia Risyani, menyatakan perusahaan terus memantau perkembangan kasus dan berkomitmen mengikuti prosedur hukum.

Menurut keterangan Pratomo, pada 4 November 2025, sekelompok DC mengerikan dengan berteriak di depan rumahnya, memaksa penyerahan kendaraan meski semua bukti pembayaran, kuitansi, BPKB, dan faktur asli sudah dikuasainya. Kejadian tersebut melibatkan saksi warga sekitar dan berujung pada intervensi Polsek Mulyorejo. Namun, BFI Finance kemudian menyerahkan fotokopi dokumen leasing yang ternyata mencantumkan tipe Lexus RX250, berbeda dengan kendaraan yang dimiliki Pratomo (RX350). Pemeriksaan lanjutan di Samsat Manyar Kertoarjo mengonfirmasi keabsahan fisik dan dokumen kendaraan Pratomo, menegaskan legalitas kepemilikan.

Kuasa hukum Andy, Ronald Talaway, menilai kasus ini melampaui sekadar kesalahan administrasi. Ia mengajukan bahwa tindakan penarikan paksa dapat dikategorikan sebagai tindak pidana menurut Pasal 448 KUHP yang mengatur unsur “memaksa” dalam kejahatan. Jika terbukti, BFI Finance dan pihak DC dapat dikenai sanksi pidana serta denda administratif.

🔖 Baca juga:
Barcelona Tak Perlu Keajaiban: Lamine Yamal & Hansi Flick Optimis Singkirkan Atletico di Leg Kedua

Berita ini menyoroti dua sisi tekanan yang berbeda namun memiliki benang merah: Persis Solo berjuang di lapangan untuk menghindari degradasi, sementara BFI Finance berhadapan dengan tekanan hukum akibat dugaan praktik tidak etis. Kedua kasus menegaskan pentingnya kepatuhan pada aturan—baik dalam dunia olahraga maupun sektor keuangan—untuk menjaga kepercayaan publik.

Di arena sepakbola, Seslija menyiapkan timnya dengan memanfaatkan pemain muda dan veteran berpengalaman, berharap dapat mengumpulkan poin penting dalam lima pertandingan mendatang. Jika Persis Solo berhasil mengamankan tiga poin minimal, peluang mereka untuk keluar dari zona bahaya akan meningkat secara signifikan. Namun, tantangan tetap besar mengingat lawan‑lawannya memiliki kualitas pemain internasional dan taktik yang matang.

Di sisi lain, BFI Finance harus menyiapkan strategi hukum yang kuat, memperjelas dokumen kepemilikan, serta memastikan prosedur penagihan sesuai regulasi. Kasus ini menjadi peringatan bagi lembaga keuangan lain untuk meninjau kembali kebijakan penagihan dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik hukum.

🔖 Baca juga:
Barcelona vs Celta Vigo Live Streaming: Cara Nonton di Vidio, VISION+, dan Jadwal Lengkap

Dengan tekanan yang terus menguat, baik Persis Solo maupun BFI Finance berada pada titik kritis yang menuntut keputusan tepat dan tindakan cepat. Hasil akhir akan menjadi indikator sejauh mana kedisiplinan dan integritas dapat dijaga dalam kompetisi olahraga dan praktik keuangan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *