GemaWarta – 21 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, memberikan pernyataan tegas terkait kemungkinan Timnas Indonesia mengambil alih slot playoff tambahan yang terbuka setelah tim Iran tidak dapat melanjutkan jalur kualifikasi Piala Dunia 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers virtual yang dihadiri oleh jurnalis olahraga nasional serta perwakilan tim kepelatihan yang dipimpin oleh pelatih baru, John Herdman.
Erick menegaskan bahwa federasi tidak akan menunggu sampai menit‑terakhir untuk mengambil keputusan strategis. “Jika ada kesempatan konkret bagi Garuda untuk melaju ke babak playoff tambahan menggantikan Iran, kami siap mengamankannya dengan cepat, asalkan semua prosedur FIFA dipenuhi,” ujar Thohir. Ia menambahkan bahwa proses negosiasi dengan konfederasi AFC dan FIFA sedang berlangsung secara intensif, mengingat slot tambahan tersebut memerlukan persetujuan resmi serta penyesuaian kalender internasional.
Sementara itu, PSSI juga sedang mengatur serangkaian pertandingan uji coba pada FIFA Matchday Juni 2026. Dua laga internasional yang dijadwalkan antara 1 hingga 9 Juni 2026 akan melibatkan Timnas Indonesia melawan tim-tim Timur Tengah, yakni Kuwait dan Oman. Kedua lawan tersebut dipilih karena kedekatan geografis dan kesediaan federasi masing‑masing untuk berpartisipasi dalam rangkaian persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026.
Berbeda dengan sebelumnya, PSSI memilih untuk merahasiakan identitas lawan secara resmi hingga semua kontrak disahkan. Kebijakan ini diambil sebagai pelajaran dari insiden pembatalan laga melawan Kuwait pada tahun 2024, yang sempat menimbulkan kekecewaan publik. “Kami tidak ingin mengumumkan sesuatu yang kemudian batal. Oleh karena itu, semua kesepakatan akan dicetak hitam di atas putih sebelum 5 Mei 2026,” tegas Erick.
- Target utama: Mengamankan satu pertandingan resmi paling lambat 5 Mei 2026.
- Persiapan utama: Dua uji coba melawan Kuwait dan Oman pada Juni 2026.
- Strategi jangka panjang: Memanfaatkan kemungkinan slot playoff tambahan jika Iran mengundurkan diri.
John Herdman, pelatih asal Inggris yang baru ditunjuk pada bulan Februari 2026, menyambut baik arahan pimpinan PSSI. “Kami fokus pada pembentukan karakter tim, baik secara taktis maupun mental. Jika peluang playoff muncul, kami akan menyesuaikan skema latihan agar pemain siap bersaing pada level tertinggi,” ujar Herdman.
Selain isu playoff, PSSI juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas jadwal internasional. Kedua tim Timur Tengah, Kuwait dan Oman, saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Thailand. Hal ini memudahkan koordinasi logistik, termasuk akomodasi, transportasi, dan fasilitas latihan yang sesuai standar FIFA.
Dalam konteks geopolitik, keberadaan Iran dalam grup Asia masih menjadi topik hangat. Timnas Iran, yang dikenal dengan julukan “Team Melli”, tengah menghadapi tekanan politik domestik yang dapat mempengaruhi partisipasinya di turnamen internasional. Beberapa analis memperkirakan bahwa jika situasi politik di Iran memburuk, federasi mereka mungkin mengajukan penarikan diri dari jalur kualifikasi, membuka peluang bagi tim lain di wilayah Asia untuk mengisi kekosongan tersebut.
Jika slot tersebut terbuka, PSSI berjanji akan mengajukan permohonan resmi kepada AFC dan FIFA. “Kami memiliki komitmen untuk menyiapkan Timnas Indonesia sebaik‑baik mungkin, baik untuk pertandingan persahabatan maupun kompetisi resmi. Kesempatan playoff tambahan akan menjadi tantangan besar, namun juga peluang untuk menunjukkan kualitas sepakbola Indonesia di panggung dunia,” ujar Erick.
Secara keseluruhan, langkah PSSI saat ini mencerminkan pendekatan yang hati‑hati namun tetap ambisius. Dengan mengamankan dua lawan uji coba di Juni, menyiapkan tim di bawah arahan John Herdman, serta menjaga jalur komunikasi terbuka dengan pihak AFC/FIFA, PSSI berharap dapat memanfaatkan setiap peluang—termasuk kemungkinan menggantikan Iran—untuk membawa Timnas Indonesia melaju ke putaran selanjutnya Piala Dunia 2026.











