OLAHRAGA

Shayne Pattynama: Dari Jong Utrecht ke Persija, Perjuangan Menembus Posisi Utama dan Panggilan Timnas ASEAN 2026

×

Shayne Pattynama: Dari Jong Utrecht ke Persija, Perjuangan Menembus Posisi Utama dan Panggilan Timnas ASEAN 2026

Share this article
Shayne Pattynama: Dari Jong Utrecht ke Persija, Perjuangan Menembus Posisi Utama dan Panggilan Timnas ASEAN 2026
Shayne Pattynama: Dari Jong Utrecht ke Persija, Perjuangan Menembus Posisi Utama dan Panggilan Timnas ASEAN 2026

GemaWarta – 01 Mei 2026 | Bek kiri berusia 27 tahun, Shayshon “Shayne” Pattynama, kembali menjadi sorotan setelah menghabiskan setengah tahun pertama di BRI Super League 2025/26 dengan catatan hanya tujuh penampilan. Mantan pemain Jong Utrecht itu datang ke Jakarta dengan harapan besar, namun kondisi fisik yang belum pulih setelah cedera membuatnya harus berjuang merebut menit bermain di tim yang dipimpin pelatih Mauricio Souza.

Setibanya di Persija pada putaran kedua, Pattynama mengakui dirinya belum dalam kondisi optimal. “Saya datang dalam kondisi yang belum siap secara fisik karena cedera,” ungkapnya dalam konferensi pers. Cedera tersebut memperlambat proses adaptasi, sehingga ia hanya dapat mengisi beberapa menit pada masing‑masing pertandingan. Meskipun demikian, pemain berpengalaman ini menegaskan bahwa proses pemulihan fisik menjadi prioritas utama, dan ia terus meningkatkan kebugarannya melalui program rehabilitasi yang ketat.

🔖 Baca juga:
Liverpool vs Crystal Palace: Kemenangan 3-1 Liverpool Ungkap Kelemahan Serangan Palace

Persaingan di posisi bek kiri semakin ketat setelah Dony Tri Pamungkas, bek asal Boyolali, menunjukkan performa impresif sepanjang kompetisi. Dony telah menjadi pilihan utama pelatih dalam susunan awal, sehingga peluang Pattynama untuk menjadi starter menjadi sangat terbatas. “Saya masih harus bekerja keras untuk mendapatkan satu tempat utama di tim,” kata Shayne, menambahkan bahwa ia menghargai kompetisi internal sebagai motivasi tambahan.

Meski menghadapi situasi yang menantang, Pattynama tidak mengeluh. Ia justru melihat masa sulit tersebut sebagai pelajaran berharga yang memperkuat mentalnya. “Saya menjadikan masa-masa sulit itu sebagai pelajaran. Kondisi saya terus membaik minggu demi minggu,” ujarnya, menegaskan tekad untuk kembali berkontribusi maksimal pada empat pertandingan terakhir musim ini.

🔖 Baca juga:
Atalanta Gagal Kalahkan Lazio di Adu Penalti, Menuju Final Coppa Italia yang Dipenuhi Kontroversi

Empat laga tersisa, bagi Pattynama, dianggap sebagai “final” yang menentukan nasib Persija di klasemen. Ia menyoroti pentingnya setiap pertandingan, mulai dari tandang melawan Persijap hingga penutupan di kandang melawan Semen Padang. “Kami akan fokus satu pertandingan demi satu pertandingan, karena setiap poin sangat berarti,” tambahnya. Berikut jadwal empat pertandingan terakhir Persija:

  • 04 Mei 2026 – Persijap vs Persija (tandang)
  • 10 Mei 2026 – Persija vs Persib Bandung (rumah)
  • 16 Mei 2026 – Persik Kediri vs Persija (tandang)
  • 23 Mei 2026 – Persija vs Semen Padang (rumah)

Di luar kompetisi klub, Pattynama juga menerima panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Indonesia menjelang ASEAN Championship 2026. Dipanggil oleh pelatih John Herdman, ia masuk dalam daftar 23 pemain yang akan berlatih intensif antara 26 hingga 30 Mei. Kesempatan ini menjadi momen penting baginya, terutama setelah absen pada FIFA Series 2026 karena sanksi disiplin. “Saya sangat senang bisa ikut TC. Ini peluang untuk menunjukkan kemampuan saya di depan pelatih Timnas,” kata Shayne dalam wawancara eksklusif.

🔖 Baca juga:
Drama AFC Champions League Elite: Machida Zelvia Tantang Al Ittihad di Final

Dengan pengalaman bermain di Eropa, khususnya di sistem pengembangan Jong Utrecht, Pattynama memiliki bekal taktik dan disiplin yang tinggi. Ia berharap dapat memanfaatkan waktu latihan nasional untuk kembali meningkatkan performa, sekaligus memperkuat posisi di Persija. “Saya percaya konsistensi usaha akan membuahkan hasil, baik di level klub maupun timnas,” tuturnya.

Kesimpulannya, perjalanan Shayne Pattynama di Persija masih berada pada tahap pemulihan dan penyesuaian. Meski masih harus bersaing ketat dengan Dony Tri Pamungkas, ia menunjukkan sikap profesional dengan fokus pada kebugaran, mental, dan kontribusi tim. Dengan empat pertandingan krusial di depan serta peluang berlatih bersama Timnas, Pattynama bertekad menjadikan sisa musim ini sebagai batu loncatan untuk kembali menjadi pemain inti, sekaligus mengukir tempat di skuad Garuda pada ajang ASEAN Championship 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *