OLAHRAGA

Sumardji Bela Fadly Alberto: Dampak Tendangan Kungfu, Dicoret Timnas U-20 dan Ancaman Sanksi PSSI

×

Sumardji Bela Fadly Alberto: Dampak Tendangan Kungfu, Dicoret Timnas U-20 dan Ancaman Sanksi PSSI

Share this article
Sumardji Bela Fadly Alberto: Dampak Tendangan Kungfu, Dicoret Timnas U-20 dan Ancaman Sanksi PSSI
Sumardji Bela Fadly Alberto: Dampak Tendangan Kungfu, Dicoret Timnas U-20 dan Ancaman Sanksi PSSI

GemaWarta – 24 April 2026 | Insiden tendangan keras yang dilakukan oleh pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, terhadap Rakha Nurkholis (Dewa United U-20) pada laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/2026 menggemparkan dunia sepak bola muda Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, pada 19 April 2026 berakhir dengan kemenangan tipis Dewa United 2-1, namun sorotan utama beralih ke aksi tidak sportif yang memicu protes keras dari kedua kubu.

Menurut keterangan Fadly Alberto, keputusan wasit Fero Arsanto yang mengesahkan gol kedua Dewa United menjadi pemicu utama emosinya. “Kami sempat protes, tapi golnya tetap disahkan. Itu menjadi pemicu kejadian yang tidak diinginkan,” ungkapnya kepada media. Tekanan tinggi, suhu lapangan yang panas, serta keinginan kedua tim untuk mengamankan poin membuat ketegangan meluap, hingga akhirnya Fadly kehilangan kontrol dan melancarkan tendangan kungfu kepada Rakha.

🔖 Baca juga:
Persib Bandung Siap Hadapi Dewa United: Waspada di Laga Penentu Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026

Setelah insiden, pihak Bhayangkara FC dan Dewa United menggelar mediasi di Dewa United Arena, Tangerang, pada 22 April 2026. Mediasi menghasilkan kesepakatan damai; Dewa United membatalkan rencana melanjutkan kasus ke jalur hukum, sementara kedua klub berjanji meningkatkan kontrol emosional pemain di kompetisi selanjutnya.

Namun, konsekuensi disiplin tidak dapat dihindari. Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto, secara resmi mencoret Fadly Alberto dari skuad yang akan dibawa ke Piala AFF U-19 2026. Keputusan ini disampaikan dalam rapat internal Timnas dan dipublikasikan oleh PSSI. Selain itu, Komite Disiplin (Komdis) PSSI tengah menyiapkan sanksi berat, yang dapat meliputi skorsing beberapa bulan dan denda administratif.

Dalam menghadapi situasi ini, mantan pelatih Bhayangkara FC, Sumardji, memberikan pembelaan terbuka. Ia menekankan bahwa pemain muda seperti Fadly memang berada dalam proses pembelajaran dan bahwa tekanan pertandingan tingkat kompetisi nasional dapat memicu reaksi berlebih. “Saya tidak membenarkan tindakan kekerasan, namun saya berharap PSSI dapat memberikan kesempatan rehabilitasi, bukan sekadar hukuman semata,” ujar Sumardji dalam konferensi pers.

🔖 Baca juga:
Siaran Live Indosiar PSIM vs Persija dan Persis vs Bhayangkara: Jadwal, Prediksi, dan Analisis Liga Super 2026

Fadly Alberto sendiri tidak mengelak dari tanggung jawab. Ia menyatakan penyesalan mendalam, sekaligus menegaskan tekad untuk bangkit kembali. “Mungkin ini juga musibah bagi saya, cobaan, dan saya akan terus bekerja keras sebagaimana saya sampai sekarang,” kata Fadly. Ia menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam mengelola emosi di lapangan.

Berikut rangkuman sanksi yang diperkirakan akan dijatuhkan Komdis PSSI:

  • Skorsing minimum 3 bulan dari kompetisi resmi.
  • Denda administratif sebesar Rp 50 juta.
  • Kewajiban mengikuti program edukasi sportivitas dan kontrol emosi.

Meski menghadapi masa sulit, Fadly tetap optimis terhadap masa depannya. Ia mengaku akan melakukan evaluasi total, baik secara mental maupun teknis, agar dapat kembali layak dipertimbangkan untuk panggilan ke tim nasional di masa depan. Dukungan dari pelatih Sumardji dan lingkungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses rehabilitasi mentalnya.

🔖 Baca juga:
Drama BRI Super League: Persib vs Dewa United Siap Pecah Rekor di Kandang

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi seluruh klub dan pemain muda di Indonesia bahwa sportivitas harus tetap dijaga, terutama di kompetisi yang menjadi ajang pembinaan generasi penerus. PSSI diharapkan dapat memperkuat regulasi disiplin, serta meningkatkan pelatihan kontrol emosi bagi pemain usia dini.

Dengan mediasi yang berhasil dan upaya rehabilitasi yang sedang berjalan, diharapkan insiden serupa tidak terulang. Namun, keputusan pencoretan Fadly Alberto dari Timnas U-20 menegaskan bahwa tindakan tidak sportif akan dikenai konsekuensi serius, demi menjaga integritas sepak bola Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *