OLAHRAGA

Vietnam U-17 Cetak 14 Gol, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Masih Punya Harapan di AFF 2026

×

Vietnam U-17 Cetak 14 Gol, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Masih Punya Harapan di AFF 2026

Share this article
Vietnam U-17 Cetak 14 Gol, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Masih Punya Harapan di AFF 2026
Vietnam U-17 Cetak 14 Gol, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Masih Punya Harapan di AFF 2026

GemaWarta – 20 April 2026 | Piala AFF U-17 2026 kembali menjadi sorotan setelah tim Vietnam U-17 menorehkan total 14 gol, menjadikannya salah satu tim paling produktif di turnamen. Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 yang gagal melaju ke semifinal akibat imbang 0-0 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, tetap mendapat dukungan penuh dari pelatihnya, Kurniawan Dwi Yulianto. Kurniawan menegaskan keyakinannya bahwa pengalaman pahit ini akan menjadi batu loncatan menjelang Piala Asia U-17 2026.

Berawal dari laga pembuka grup, Vietnam U-17 menunjukkan pola serangan yang agresif. Dalam empat pertandingan grup, mereka berhasil mencetak 14 gol dengan rata-rata tiga gol per pertandingan. Statistik tersebut tercermin dalam tabel berikut:

🔖 Baca juga:
Mierza Firjatullah Pimpin Garuda Muda, Jadwal dan Kemenangan Telak atas Timor Leste di Piala AFF U-17 2026
Tim Pertandingan Gol
Vietnam U-17 4 14
Indonesia U-17 4 4

Indonesia U-17, yang dikenal sebagai Garuda Muda, berhasil mengumpulkan empat poin lewat kemenangan 4-0 atas Timor Leste, hasil imbang melawan Malaysia, dan hasil 0-0 melawan Vietnam. Meskipun mengungguli Timor Leste, mereka terpaksa menempati posisi ketiga grup dan tereliminasi.

Usai pertandingan melawan Vietnam, Kurniawan Dwi Yulianto langsung mengadakan konferensi pers. Ia mengaku menanggung penuh tanggung jawab atas hasil yang tidak memuaskan. “Kami hanya dapat draw dan gagal melaju ke semifinal. Secara pribadi, saya yang bertanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas hasil yang tidak memuaskan,” ujar Kurniawan.

Meski mengakui kegagalan, Kurniawan tidak melupakan perjuangan para pemain. Ia menekankan apresiasi terhadap kerja keras mereka selama turnamen:

🔖 Baca juga:
Hansi Flick: Transformasi Taktik Jerman yang Menginspirasi Generasi Muda Barcelona
  • Para pemain telah melaksanakan rencana taktik yang disiapkan.
  • Garuda Muda menunjukkan mentalitas juara meski berada di bawah tekanan.
  • Pengalaman melawan tim yang lebih agresif seperti Vietnam menjadi pelajaran berharga.

Strategi yang dipilih melawan Vietnam adalah pendekatan counter‑attack. Kurniawan menjelaskan keputusan tersebut sebagai respons atas agresivitas Vietnam di babak pertama. Namun, ia mengakui eksekusi serangan balik belum optimal, terutama dalam penyelesaian akhir.

“Kami tahu bahwa di babak pertama Vietnam tampil cukup agresif, sehingga kami mencoba menjalankan permainan dengan pendekatan counter attack. Hanya saja, ketika melakukan counter attack, hasilnya belum maksimal,” terang Kurniawan.

Pelatih menegaskan bahwa evaluasi taktik ini menjadi fokus utama menjelang agenda berikutnya, yaitu Piala Asia U-17 2026 yang dijadwalkan pada bulan Mei. Menurutnya, perbaikan utama yang harus dilakukan adalah:

🔖 Baca juga:
Kurniawan Soroti Mental Timnas U-17 Usai Kemenangan 4-0 atas Timor Leste dan Persiapan Menghadapi Malaysia
  1. Memaksimalkan pemanfaatan peluang di fase transisi.
  2. Meningkatkan ketajaman penyelesaian akhir.
  3. Menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan balik.

Kurniawan menambahkan, mental pemain harus dipulihkan secara menyeluruh. Selama dua hari setelah kekalahan, seluruh ofisial tim melakukan sesi pemulihan psikologis untuk memastikan kondisi mental kembali stabil.

Dengan optimisme yang tetap tinggi, Kurniawan yakin bahwa pengalaman di Piala AFF akan memperkuat kesiapan Indonesia U-17 di panggung Asia. “Kami tetap percaya bahwa Garuda Muda memiliki potensi untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Kami akan belajar dari kesalahan dan kembali lebih kuat,” tutupnya.

Secara keseluruhan, meskipun Vietnam U-17 mencatatkan 14 gol yang mengesankan, Indonesia U-17 tetap memiliki harapan besar untuk bangkit. Kuncinya terletak pada perbaikan taktik, peningkatan mental, dan pemanfaatan pengalaman kompetisi internasional untuk menatap Piala Asia U-17 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *