GemaWarta – 15 Agustus 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, tidak hanya berdampak pada wilayah sekitar episenter, tetapi juga dirasakan hingga ke Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Getaran gempa yang cukup kuat ini memicu peringatan dini tsunami, membuat warga berhamburan keluar rumah mereka.
Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 8.35 LS – 121.37 BT, atau sekitar 37 kilometer utara Mbay, Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dan dirasakan cukup kuat oleh warga di sekitar area tersebut.
Warga di Kota Mataram yang merasakan getaran gempa langsung berhamburan ke luar rumah. Suci, salah satu warga, mengatakan bahwa dia merasa pusing saat getaran gempa terjadi dan melihat handuk yang tergantung bergoyang, menandakan bahwa memang ada gempa. Sintha, warga lainnya di Kota Mataram, juga merasakan getaran yang cukup kuat.
Gempa ini merupakan salah satu gempa terbesar yang pernah tercatat di kawasan Flores. Kawasan ini memiliki riwayat panjang kegempaan dahsyat karena berada di lingkungan tektonik yang kompleks, dengan berbagai sumber gempa, termasuk aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan gempa yang terjadi di dalam Lempeng Australia yang menunjam ke bawah Laut Flores.
Salah satu gempa terbesar yang pernah melanda Pulau Flores dan Laut Flores adalah gempa pada tahun 1820, yang diperkirakan memiliki magnitudo sekitar Mw 7,9. Gempa ini memicu tsunami destruktif yang menerjang beberapa wilayah di sekitar Laut Flores, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Gempa lainnya yang signifikan adalah gempa pada tahun 1992, yang memiliki magnitudo sekitar Mw 7,8. Gempa ini terjadi di kawasan Maumere dan memicu tsunami besar yang menghantam pesisir utara Flores dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, menyebabkan sekitar 2.500 orang meninggal dunia.
Gempa pada tahun 2021, dengan magnitudo M7,4, juga tercatat sebagai salah satu gempa signifikan di kawasan Laut Flores. Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar geser dan membangkitkan tsunami kecil.
Gempa terbaru pada 15 Agustus 2026, dengan magnitudo M7,7, kembali memicu kekhawatiran akan tsunami dan menyebabkan warga berhamburan keluar rumah mereka. Pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman dangkal, yaitu 15 kilometer. Gempa ini bersumber dari pergerakan sesar naik pada sistem Flores Back-Arc Thrust, yang merupakan sistem sesar aktif serupa penyulut gempa besar Flores pada 1992.
BMKG mendeteksi adanya gelombang di beberapa lokasi, termasuk Sikka, Kewapante, Flores Timur, Labuan Bajo, Maurole, Dompu, Alor, Baubau, Bulukumba, hingga Kolaka. Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Ende, dengan ketinggian 0,94 meter.
Peristiwa gempa ini menunjukkan bahwa kawasan Flores dan sekitarnya masih rentan terhadap bencana gempa dan tsunami. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau aktivitas seismik dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Kesimpulan, gempa 7,7 di NTT yang terjadi pada 15 Agustus 2026 merupakan salah satu gempa terbesar yang pernah tercatat di kawasan Flores, dengan dampak yang signifikan pada wilayah sekitar dan potensi tsunami. Penting untuk terus memantau situasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.









