GemaWarta – 11 Juni 2026 | Sebuah aksi demonstrasi yang digelar oleh massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pustara di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/6/2026) malam, menyebabkan gangguan lalu lintas di sekitar lokasi. Aksi tersebut merupakan respons atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.
Massa yang terdiri dari sekitar 25 orang, melakukan aksi bakar-bakaran dan menyalakan api kecil di tengah jalan. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan beberapa pengendara terpaksa berhenti untuk menyaksikan aksi tersebut.
Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa aksi demonstrasi tersebut digelar tanpa pemberitahuan kepada pihak kepolisian. Namun, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi dan membubarkan aksi tersebut sekitar pukul 21.30 WIB.
Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri, aksi demonstrasi tersebut tidak sampai menutup seluruh ruas jalan, hanya sebagian lajur yang digunakan untuk berorasi. Lalu lintas masih dapat mengalir, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon, menyatakan bahwa aksi demonstrasi tersebut merupakan respons spontan terhadap kenaikan harga BBM. Ia juga menegaskan bahwa aksi tersebut akan dilanjutkan pada Kamis (11/6/2026) sore.
Pemerintah telah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter, meningkat dari Rp 12.300 per liter sebelumnya. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter, dari Rp 12.900 per liter sebelumnya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan bahwa kenaikan harga Pertamax dilakukan sesuai dengan mekanisme pasar. Ia juga menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang memang penetapan harganya mengikuti kondisi pasar.
Kesimpulan dari aksi demonstrasi tersebut adalah bahwa masyarakat masih belum menerima kenaikan harga BBM dan meminta pemerintah untuk mengambil kebijakan yang lebih bijak. Aksi demonstrasi tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari.











