TEKNO

Huawei Hadapi Tantangan Baru: Larangan Perdagangan dan Persaingan AI

×

Huawei Hadapi Tantangan Baru: Larangan Perdagangan dan Persaingan AI

Share this article
Huawei Hadapi Tantangan Baru: Larangan Perdagangan dan Persaingan AI
Huawei Hadapi Tantangan Baru: Larangan Perdagangan dan Persaingan AI

GemaWarta – 11 Juni 2026 | Huawei, perusahaan teknologi asal China, menghadapi tantangan baru dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Amerika Serikat telah menambahkan Huawei ke dalam daftar perusahaan militer China, yang berarti Departemen Pertahanan AS dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan tersebut. Larangan ini juga berlaku untuk beberapa perusahaan energi dan surya terkenal lainnya, seperti CATL, Three Gorges, dan Trina Solar.

Selain itu, Huawei juga menghadapi persaingan sengit di bidang kecerdasan buatan (AI). Menurut Chris Miller, penulis buku "Chip War", China telah underspending pada infrastruktur AI selama empat tahun terakhir. Hal ini menyebabkan China ketinggalan dalam produksi akselerator AI berkualitas, dengan proyeksi bahwa AS dan Taiwan akan memproduksi sekitar 30 kali lebih banyak akselerator AI daripada China.

🔖 Baca juga:
Gmail Ungkap Fitur Revolusioner: Ganti Alamat, Enkripsi, dan Kendali AI dalam Satu Paket!

Namun, Huawei tidak tinggal diam. Perusahaan ini telah menargetkan produksi sekitar 200.000 chip AI pada tahun 2025. Selain itu, Huawei juga bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti Seres, untuk mengembangkan kendaraan listrik pintar. Seres telah meluncurkan merek baru, Aiva, yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik berbasis AI.

🔖 Baca juga:
Rekor Dunia Baru Diciptakan: Dari K-Pop hingga Teknologi Canggih

Peluncuran Aiva merupakan sinyal kuat bahwa Seres ingin membangun identitas teknologi yang lebih mandiri di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin kompetitif. Dengan mengusung teknologi AI sebagai fondasi utama, Aiva diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan pada masa mendatang.

🔖 Baca juga:
Google Teken Kesepakatan dengan SpaceX untuk Kapasitas Komputasi

Kesimpulan, Huawei dan perusahaan lainnya di China menghadapi tantangan besar dalam beberapa bulan terakhir. Namun, dengan kerja sama dan inovasi, mereka dapat membangun fondasi bisnis yang lebih independen dan berkelanjutan. Persaingan di bidang AI dan teknologi lainnya akan terus meningkat, tetapi dengan strategi yang tepat, perusahaan seperti Huawei dan Seres dapat tetap kompetitif di pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *