GemaWarta – 30 Mei 2026 | Hyperliquid, sebuah platform perdagangan blockchain, telah menarik perhatian dari pendiri New York Stock Exchange (NYSE), Jeff Sprecher. Dalam konferensi strategis Bernstein ke-42, Sprecher menyatakan bahwa Hyperliquid lebih besar dari Nasdaq dalam hal volume perdagangan. Menurutnya, platform ini telah dibangun oleh hanya 11 orang dan tidak dapat diabaikan.
Sprecher juga menyatakan bahwa institusi keuangan tradisional tidak dapat mengabaikan platform ini karena telah menarik partisipan pasar yang biasanya beroperasi di ICE dan Nasdaq. Ia juga mencontohkan bahwa Hyperliquid telah melakukan perdagangan minyak crude oil perpetual pada akhir pekan, ketika pasar ICE tutup, dan ini telah mempengaruhi harga minyak dunia.
Di sisi lain, analis JPMorgan telah menerbitkan catatan penelitian yang menyatakan bahwa perdagangan debasement (perdagangan yang berfokus pada inflasi, ketidakstabilan geopolitik, dan kelemahan mata uang) telah kehilangan momentum. Ini karena terjadinya outflows dari ETF Bitcoin dan emas, serta melemahnya posisi institusional di CME futures untuk kedua aset tersebut.
Penelitian JPMorgan juga menyatakan bahwa penarikan ini mungkin terkait dengan harapan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat mereda, sehingga investor mulai memposisikan diri untuk mencapai kesepakatan diplomatik.
Dalam beberapa hari terakhir, harga HYPE (token Hyperliquid) telah rebound sebesar 10% menjadi $62,50, menunjukkan bahwa pasar telah merespons positif terhadap pernyataan Sprecher dan laporan JPMorgan.
Perlu diingat bahwa perkembangan ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain dan perdagangan cryptocurrency terus berkembang dan mempengaruhi pasar keuangan tradisional. Oleh karena itu, sangat penting untuk terus memantau dan menganalisis perkembangan ini untuk memahami dampaknya pada ekonomi global.









