Wisata

Fenomena Embun Upas di Dieng: Antara Keindahan dan Kerugian

×

Fenomena Embun Upas di Dieng: Antara Keindahan dan Kerugian

Share this article
Fenomena Embun Upas di Dieng: Antara Keindahan dan Kerugian
Fenomena Embun Upas di Dieng: Antara Keindahan dan Kerugian

GemaWarta – 12 Juli 2026 | Fenomena embun upas atau frost kembali melanda Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, pada tanggal 9-10 Juli 2026. Embun upas ini membawa dampak negatif terhadap sektor pertanian, terutama tanaman kentang. Sekitar 25-30 hektar lahan pertanian tanaman kentang rusak akibat suhu dingin ekstrem, dengan kerugian total diperkirakan mencapai Rp 2,1 miliar.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Ady, embun upas muncul di beberapa lokasi, termasuk Lapangan Pandawa, area parkir Kompleks Candi Arjuna, Gasiran Aswatama, Kalibana, serta Kompleks Setyaki. Para petani telah melakukan upaya mandiri untuk meminimalkan dampak buruk dari paparan embun es, seperti menyiram tanaman pada siang dan sore hari untuk mengurangi efek penurunan suhu dingin pada pagi hari.

🔖 Baca juga:
Liburan Sekolah di Ancol, Berbagai Acara Menarik dan Gratis Tiket Masuk

Di sisi lain, fenomena embun upas juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Mereka tertarik melihat hamparan kristal es yang terbentuk akibat suhu udara yang ekstrem. Puncak embun upas diperkirakan berlangsung antara Juli hingga Agustus. Bagi yang ingin mengunjungi Dieng saat musim kemarau, perlu melakukan persiapan dan panduan lokasi yang sangat akurat.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena embun upas terjadi karena suhu udara yang turun hingga di bawah titik beku, menyebabkan embun yang menempel di rumput dan tanaman membeku. Fenomena ini umum terjadi pada musim kemarau, terutama selama periode Juni hingga Agustus, ketika tekanan udara di Benua Australia lebih tinggi dibandingkan Benua Asia.

🔖 Baca juga:
Sentul Jadi Sorotan: Dari Kasus Korupsi Motor Listrik hingga Destinasi Wisata Baru

Dalam beberapa tahun terakhir, Dieng telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Tengah, terutama saat musim kemarau. Fenomena embun upas yang unik dan indah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, perlu diingat bahwa fenomena ini juga membawa dampak negatif terhadap sektor pertanian dan lingkungan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif dari fenomena embun upas, seperti melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap suhu dingin ekstrem. Selain itu, perlu dilakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari fenomena alam.

🔖 Baca juga:
Mallorca: Destinasi Wisata yang Mengalami Peningkatan Kunjungan Turis

Dalam kesimpulan, fenomena embun upas di Dieng merupakan fenomena alam yang unik dan indah, namun juga membawa dampak negatif terhadap sektor pertanian dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak negatif dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap suhu dingin ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *