GemaWarta – 01 Juli 2026 | Tim nasional Belanda gagal memenuhi harapan di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Maroko di babak 32 besar. Kekalahan ini merupakan sebuah kemunduran bagi Belanda, yang sebelumnya mencapai perempat final di edisi sebelumnya.
Belanda memulai Piala Dunia 2026 dengan baik, memenangkan dua pertandingan dan seri satu pertandingan di Grup F. Namun, penampilan mereka merosot saat memasuki babak gugur. Maroko, yang datang sebagai runner-up Grup C, menantang Belanda di babak 32 besar di Stadion Monterrey, Meksiko.
Di atas kertas, laga ini diprediksi akan berlangsung terbuka dengan jual beli serangan yang memanjakan mata. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan berbeda. Maroko datang membawa identitas yang jelas, yang menjadi ciri khas permainan mereka selama ini dengan formasi 4-2-3-1. Sementara Belanda, yang lebih produktif dari Maroko di babak grup, malah kehilangan jati dirinya.
Pelatih Ronald Koeman memilih pendekatan yang lebih aman, lebih bermain bertahan, yang bukan “Belanda” sama sekali, yang selama ini dikenal dengan pendekatan “Total Football”-nya. Formasi 5-2-3 dipilih, dengan pendekatan permainan ini akan berubah menjadi 3-4-3 kala menyerang.
Tijjani Reijnders, pemain yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi Belanda, tidak dimainkan sama sekali dalam laga ini. Koeman menjadi bahan hujatan publik setelah laga ini. Permainannya dengan menerapkan lima bek dalam skema 5-3-2 menuai kritikan publik Belanda.
Eks gelandang Timnas Belanda, Rafael van der Vaart, tidak ketinggalan untuk memberikan kritikan. Dia mengaku heran dengan perubahan pendekatan yang diterapkan oleh Koeman hingga mengorbankan Tijjani Reijnders, yang tidak bermain sama sekali dalam laga ini.
Van der Vaart menyoroti permainan Belanda yang buruk di lini tengah. “Anda melewati grup yang sulit dengan cukup baik. Kemudian segalanya mulai berjalan lancar. Apa yang terjadi di kepala Anda sehingga Anda melakukan segalanya secara berbeda melawan Maroko? Saya benar-benar tidak mengerti apa pun tentang itu,” kata Van der Vaart.
Kegagalan Belanda di Piala Dunia 2026 merupakan sebuah pelajaran berharga bagi tim nasional Belanda. Mereka harus mempertimbangkan kembali strategi dan pendekatan permainan mereka jika ingin sukses di turnamen internasional.
Kesimpulan dari kegagalan Belanda di Piala Dunia 2026 adalah bahwa tim nasional Belanda harus kembali ke akar mereka, yaitu Total Football, dan tidak boleh meninggalkan identitas mereka sebagai tim yang menyerang dan menguasai permainan. Dengan demikian, mereka dapat kembali menjadi tim yang disegani di kancah sepak bola internasional.











