GemaWarta – 17 Agustus 2026 | Dunia tinju berduka setelah mantan petinju Prichard Colon meninggal dunia pada usia 33 tahun. Colon mengembuskan napas terakhir sekitar 11 tahun setelah mengalami cedera otak serius dalam pertarungan melawan Terrel Williams pada 2015.
Prichard Colon adalah seorang petinju asal Puerto Riko yang memiliki rekor profesional 16 kemenangan tanpa kekalahan sebelum pertarungan melawan Terrel Williams. Ia mengalami subdural hematoma setelah pertarungan 2015 dan menjalani koma selama 221 hari.
Colon mengalami cedera otak traumatis yang parah setelah pertarungan melawan Williams, yang menyebabkan ia mengalami kehilangan ingatan dan kemampuan untuk berbicara. Ia kemudian menjalani rehabilitasi yang panjang dan sulit, tetapi tidak pernah sepenuhnya pulih dari cedera tersebut.
Ayah Colon, Richard Colon, mengumumkan kematian putranya melalui media sosial dan mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung keluarganya selama ini. World Boxing Council (WBC) juga mengeluarkan pernyataan untuk mengenang Colon, menyebutnya sebagai seorang petinju yang tangguh dan berani.
Colon meninggalkan warisan sebagai seorang petinju yang berani dan tangguh, serta sebagai inspirasi bagi banyak orang yang telah mengalami cedera serius. Kematian Colon juga mengingatkan kita tentang risiko yang dihadapi oleh para atlet, terutama dalam olahraga yang berisiko tinggi seperti tinju.
Keluarga Colon telah mengajukan gugatan terhadap dokter ring dan promotor pertarungan, tetapi kasus tersebut masih belum terselesaikan. Kematian Colon telah menyebabkan kehilangan yang besar bagi keluarganya dan komunitas tinju, serta mengingatkan kita tentang pentingnya keselamatan dan perlindungan bagi para atlet.











