GemaWarta – 21 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah di Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 17 Mei 2026. Hal ini disebabkan oleh kombinasi dinamika atmosfer yang sedang aktif, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG).
BMKG menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di Samudera Hindia barat Lampung dan Samudera Pasifik utara Papua. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Hindia barat Lampung, perairan utara Papua, serta di sekitar sirkulasi siklonik tersebut.
Daerah konvergensi lain juga terpantau terbentuk di pesisir utara Aceh, Selat Malaka, Sumatera Barat hingga perairan barat Bengkulu, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, dan Papua Pegunungan hingga Papua Barat.
BMKG mencatat curah hujan harian signifikan terjadi di Jawa Barat mencapai 184,5 mm per hari, Kalimantan Tengah 129,8 mm per hari, Kalimantan Barat 105 mm per hari, Riau 95,5 mm per hari, dan Sulawesi Selatan 96,7 mm per hari.
Selain itu, hujan lebat juga tercatat di Sumatera Utara sebesar 91 mm per hari, Maluku Utara 87,3 mm per hari, Sulawesi Tengah 78,9 mm per hari, Kepulauan Riau 77,6 mm per hari, Nusa Tenggara Timur 61,9 mm per hari, serta Kalimantan Utara 53,5 mm per hari.
Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Kondisi cuaca yang tidak stabil ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir Mei 2026. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada dan mengikuti informasi terkini dari BMKG.











