GemaWarta – 21 Mei 2026 | Film dokumenter "Pesta Babi" telah menjadi sorotan belakangan ini. Film ini membongkar kondisi rakyat Papua yang terpinggirkan dan dieksploitasi oleh pihak-pihak yang berkuasa. Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letjen TNI (Purn) Lodewijk F Paulus, khawatir bahwa pelarangan pemutaran film ini akan mempengaruhi indeks demokrasi di Indonesia.
Pelarangan pemutaran film "Pesta Babi" telah dilakukan di beberapa daerah, bahkan beberapa kampus telah melarang pemutaran film ini. Namun, beberapa komunitas dan organisasi masyarakat sipil tetap memutarkan film ini sebagai bentuk protes terhadap pelarangan tersebut.
Menurut Sudirman Said, Ketua Institut Harkat Negeri, film "Pesta Babi" membongkar gejala kronis rusaknya orientasi kekuasaan di Indonesia. Ia menyoroti bahwa kebijakan publik dan pengangkatan pejabat lebih banyak dipengaruhi oleh kepentingan pemilu daripada kepentingan rakyat.
Annisa Nur Agustyati, Eks-Direktur Eksekutif Perludem, menambahkan bahwa ongkos politik yang mahal memaksa elite melakukan eksploitasi sumber daya alam secara ugal-ugalan demi membalas budi kepada penyokong dana politik. Hal ini telah menyebabkan penderitaan rakyat dan kerusakan lingkungan.
Todung Mulya Lubis, tokoh hukum senior, menyoroti bahwa masifnya pendekatan keamanan di Papua sebagai bentuk kegagalan negara dalam memanusiakan warganya. Ia menekankan bahwa negara harus segera memperbaiki kebijakan dan memperhatikan kondisi rakyat Papua.
Di sisi lain, Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengaku sudah menonton film "Pesta Babi". Namun, ia tidak banyak memberikan komentar tentang film tersebut. Pigai justru menanyakan balik kepada awak media tentang tanggapan mereka terhadap film ini.
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarbaru telah menggelar nonton bareng film "Pesta Babi" sebagai bentuk literasi kebangsaan dan ajakan untuk membangun empati terhadap kondisi rakyat Papua. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dan diisi dengan diskusi singkat dan panggung hiburan stand up comedy.
Kesimpulan dari film "Pesta Babi" adalah bahwa kondisi rakyat Papua masih sangat memprihatinkan. Film ini membongkar kebenaran tentang eksploitasi sumber daya alam dan penderitaan rakyat Papua. Oleh karena itu, perlu upaya serius dari pemerintah dan masyarakat sipil untuk memperbaiki kebijakan dan memperhatikan kondisi rakyat Papua.











