Ekonomi

Harga CPO Hari Ini Turun, Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Industri

×

Harga CPO Hari Ini Turun, Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Industri

Share this article
Harga CPO Hari Ini Turun, Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Industri
Harga CPO Hari Ini Turun, Dampaknya Terhadap Ekonomi dan Industri

GemaWarta – 21 Mei 2026 | Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar bursa berjangka Malaysia (FCPOc1) turun 0,59% menjadi MYR 4.556 per ton pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, dari penutupan sehari sebelumnya. Harga CPO sempat menyentuh level tertingginya MYR 4.839 per ton yang terjadi pada Kamis, 02 April 2026.

Dibandingkan perdagangan awal tahun, harga CPO di Pasar Spot hari ini naik 14,16% (year to date/ytd). Demikian pula dibandingkan periode yang sama, secara tahunan harga CPO telah naik 17% (year on year/yoy).

🔖 Baca juga:
IHSG Berpotensi Rebound, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi

Sementara itu di dalam negeri, harga minyak sawit di pasar spot Medan sempat menyentuh level Rp 20.339 per kg pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Di sebagian wilayah Indonesia, harga minyak goreng bermerk 2 terpantau masih mahal.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis pantauan harga minyak goreng kemarin masih di atas Rp 20 ribu per kg. Papua misalnya, mencatatkan penjualan minyak goreng bermerek termahal di Indonesia. Di wilayah ini penjualan minyak tercatat di harga Rupiah 27.500 per Kg.

Wilayah lain yakni, Kep. Bangka Belitung dengan harga Rupiah 26.350 per Kg, di Maluku Utara minyak goreng dijual dengan harga Rupiah 26.300 per Kg, minyak goreng di Riau tercatat dengan harga Rupiah 26.050 per Kg dan Sulawesi Barat dengan harga Rupiah 25.200 per Kg.

🔖 Baca juga:
Prabowo Panggil Kepala PPATK & Menteri Keuangan, Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan di Istana

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) baru tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Kebijakan ini disampaikan langsung dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Tiga komoditas strategis — batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal. BUMN yang ditunjuk akan berfungsi sebagai fasilitas pemasaran (marketing facility) yang meneruskan hasil penjualan kepada pelaku usaha swasta.

Kebijakan ini dirancang spesifik untuk menutup tiga praktik yang dinilai selama ini menggerus penerimaan negara dari sektor SDA, yaitu under invoicing (kurang bayar ekspor), transfer pricing (pemindahan harga antar entitas terkait untuk mengurangi pajak), dan pelarian devisa hasil ekspor.

🔖 Baca juga:
Utang Luar Negeri RI Meroket, IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan 2026: Apa Artinya bagi Ekonomi?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir seiring tekanan pada saham sektor basic materials dan energi yang sebelumnya menjadi penopang utama penguatan pasar. Koreksi pada dua sektor tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas global serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek permintaan di tengah perlambatan ekonomi dunia.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/5) sore ditutup melemah tertekan oleh saham-saham sektor basic materials (barang baku) dan sektor energi. IHSG ditutup melemah 223,56 poin atau 3,54 persen ke posisi 6.094,94.

Kesimpulan, harga CPO hari ini turun, dan kebijakan baru pemerintah tentang tata kelola ekspor komoditas SDA dapat memberikan dampak signifikan terhadap industri dan perekonomian Indonesia. Perlu diawasi bagaimana kebijakan ini akan berdampak pada harga minyak goreng dan perekonomian masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *