Internasional

Norwegian Journalist Dikecam Setelah Tanya PM Modi Soal Kebebasan Pers

×

Norwegian Journalist Dikecam Setelah Tanya PM Modi Soal Kebebasan Pers

Share this article
Norwegian Journalist Dikecam Setelah Tanya PM Modi Soal Kebebasan Pers
Norwegian Journalist Dikecam Setelah Tanya PM Modi Soal Kebebasan Pers

GemaWarta – 22 Mei 2026 | Seorang jurnalis asal Norwegia, Helle Lyng, mengaku bahwa akun media sosialnya di Instagram dan Facebook telah dibekukan oleh Meta beberapa hari setelah dia mengajukan pertanyaan kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, tentang kebebasan pers di India.

Lyng, yang bekerja sebagai jurnalis di surat kabar Dagsavisen di Oslo, membagikan tangkapan layar di X yang menunjukkan bahwa kedua akun media sosialnya telah dinonaktifkan. Dia menduga bahwa pembekuan akunnya terkait dengan pertanyaan yang dia ajukan kepada Modi.

🔖 Baca juga:
KFC Hadapi Tantangan di Tahun 2026, Yum Brands Luncurkan Teknologi AI

Pertanyaan Lyng kepada Modi memicu kontroversi selama konferensi pers bersama antara Modi dan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre. Lyng bertanya kepada Modi mengapa dia tidak menjawab pertanyaan dari pers yang bebas, yang dia sebut sebagai “pers yang paling bebas di dunia”.

Setelah pertanyaan Lyng, Sekretaris Kementerian Luar Negeri India (MEA) Sibi George membela institusi demokratis India dan mengatakan bahwa pertanyaan Lyng tidak tepat. George juga mengatakan bahwa India memiliki demokrasi yang kuat dan bebas.

Insiden ini memicu debat tentang kebebasan pers di India dan bagaimana pemerintah India menangani kritik dari media. Beberapa orang mengatakan bahwa tindakan Meta membekukan akun Lyng merupakan upaya untuk mengintimidasi jurnalis dan membatasi kebebasan pers.

🔖 Baca juga:
AFC Mengumumkan Jadwal Akhir Piala Asia 2027, India Raih Prestasi Bersejarah di AFC U17 Women’s Asian Cup

Sementara itu, India sedang mengalami gelombang panas yang parah, yang telah menyebabkan banyak orang mengalami kesulitan. Banyak jalan dan pasar yang kosong karena orang-orang lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah untuk menghindari panas yang ekstrem.

Kondisi ini diperburuk oleh peringatan dari Departemen Meteorologi India bahwa suhu maksimum di New Delhi dapat mencapai 45 derajat Celsius. Pemerintah telah membuka tempat-tempat pendingin sementara untuk membantu orang-orang mengatasi panas.

Para petani juga terkena dampak gelombang panas, dengan beberapa di antara mereka beralih ke pekerjaan malam untuk menghindari suhu yang ekstrem. Kondisi ini telah menyebabkan gangguan pada kehidupan sehari-hari di banyak daerah.

🔖 Baca juga:
Blokade Selat Hormuz Picu Negara-Negara Alih Impor Energi ke AS, Harga Minyak Meroket

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah India menangani masalah kebebasan pers dan bagaimana mereka mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi oleh negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *