GemaWarta – 22 Mei 2026 | Restoran cepat saji (QSR) di India, termasuk KFC, menghadapi tantangan di tahun 2026 akibat inflasi dan penurunan belanja konsumen. Jubilant FoodWorks Ltd, operator QSR terbesar di India dan pemegang waralaba Domino’s Pizza, melaporkan bahwa biaya energi yang meningkat dapat memangkas 100-120 basis poin dari margin.
Devyani International Ltd, yang mengoperasikan outlet KFC dan Pizza Hut, juga mengalami penurunan penjualan same-store sebesar 0.8% di tahun 2026. Namun, bisnis KFC mereka mencatat pertumbuhan penjualan same-store sebesar 4.9% di kuartal terakhir.
Di sisi lain, Yum Brands, perusahaan induk KFC, telah meluncurkan teknologi AI bersama dengan Nvidia untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman konsumen. Teknologi ini akan diterapkan di sekitar 500 outlet, termasuk KFC dan Habit Burger, di kuartal kedua tahun 2026.
Teknologi AI ini akan fokus pada tiga area utama, yaitu voice AI untuk drive-thru dan call center, computer vision untuk analisis operasional, dan analitik data tingkat restoran. Dengan teknologi ini, Yum Brands berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan pengalaman konsumen.
Kesimpulan, KFC dan QSR lainnya di India menghadapi tantangan di tahun 2026, namun dengan teknologi AI yang diluncurkan oleh Yum Brands, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman konsumen.











