GemaWarta – 24 Mei 2026 | Kepemimpinan di sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Baru-baru ini, Rifki Hakim, seorang kepala sekolah di Kalimantan Selatan, membuat keputusan yang tidak biasa. Ia memilih untuk meninggalkan karier gemilangnya sebagai kepala sekolah di sekolah reguler untuk memimpin Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan bersekolah gratis kepada anak-anak miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.
Rifki mengungkapkan bahwa ia sempat merasa ragu dan dilema ketika dihadapkan pada pilihan tersebut. Namun, setelah mengikuti retret dan mendapatkan penjelasan tentang tujuan dan sasaran Sekolah Rakyat, ia menjadi yakin bahwa memajukan pendidikan bukan hanya soal status atau jabatan. Ia pun memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya dan memimpin Sekolah Rakyat dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, di Jember, Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengungkapkan bahwa banyak sekolah yang melakukan manipulasi data untuk mendapatkan penilaian baik, padahal kondisi sekolahnya tidak sesuai dengan laporan. Ia menegaskan bahwa hal ini merugikan dunia pendidikan dan pemerintah. Gus Fawait memerintahkan Dinas Pendidikan untuk memeriksa semua sekolah dan memvalidasi kesesuaian antara isian Dapodik dengan kondisi sekolah.
Setelah melakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa ada 2.300 ruang sekolah rusak berat. Gus Fawait pun meminta bantuan kepada pemerintah pusat dan berhasil mendapatkan dana Rp90 miliar untuk rehabilitasi sekolah. Ia melarang keras para kepsek untuk melakukan laporan palsu tentang kondisi sekolah dan menuntut integritas kepsek.
Kisah Rifki dan keputusan Gus Fawait menunjukkan bahwa integritas dan pengabdian merupakan nilai-nilai yang penting dalam dunia pendidikan. Kepemimpinan yang baik dan integritas yang tinggi dapat membuat perbedaan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti kondisi sekolah yang rusak, kurangnya infrastruktur, dan masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan bersekolah.
Oleh karena itu, peran kepala sekolah dan pengawas sangat penting dalam memastikan bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak-anak adalah yang terbaik. Mereka harus memiliki integritas yang tinggi, berani mengambil keputusan yang tepat, dan selalu berorientasi pada kepentingan anak-anak dan pendidikan.
Dalam kesimpulan, kisah Rifki dan keputusan Gus Fawait menunjukkan bahwa integritas dan pengabdian merupakan nilai-nilai yang penting dalam dunia pendidikan. Kepemimpinan yang baik dan integritas yang tinggi dapat membuat perbedaan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kita harus terus mendukung dan mengembangkan kepemimpinan yang baik di sekolah-sekolah kita.









