GemaWarta – 24 Mei 2026 | Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3 mengguncang kawasan Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, pada Sabtu (23/5) pukul 19.40 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut berlokasi di 45 kilometer barat daya Bengkulu Selatan.
Gempa ini termasuk jenis gempa menengah akibat deformasi batuan dalam lempeng (intra-slab). BMKG menyatakan bahwa gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa dirasakan dengan skala MMI pada wilayah Bengkulu, Kaur, Seluma, Kepahiang, Rejang dan Musi dengan skala III-IV, III-IV, III-IV, III, III dan III.
Selain itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan Pasar Penyintas pada Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda Candi Prambanan. Pasar Penyintas ini dihadiri oleh 20 UMKM yang merupakan para penyintas gempa.
Pasar Penyintas ini hadir bukan hanya sebagai tempat transaksi ekonomi, melainkan sebagai monumen hidup atas kemenangan sebuah harapan. Gerai-gerai yang dihadirkan berupa produk-produk kerajinan dan kuliner lokal yang dipamerkan. Senyuman dari para pelaku usaha adalah bukti nyata bahwa masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah tidak pernah menyerah.
Peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta yang turut menghadirkan para penyintas gempa merupakan wujud apresiasi terhadap para penyintas sebagai pejuang ekonomi yang tangguh. Partisipasi Komunitas Pasar Penyintas yang mendapat dukungan dari para pembina UMKM dan pihak-pihak terlibat, diantaranya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Daerah.
Dukungan tersebut menjadi wujud gotong-royong dan sinergi berbagai pihak dan menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas ekonomi penyintas bencana. Kehadiran para penyintas dalam peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta menjadi pengingat bahwa ancaman bencana tersebut nyata dan solidaritas, kesiapsiagaan, serta kolaborasi lintas pihak, dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh dan adaptif untuk masa depan.
Kesimpulan, gempa Bengkulu Selatan dan peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta menjadi peringatan bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana alam.











