GemaWarta – 25 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa nota kesepahaman terkait perdamaian dengan Iran telah sebagian besar dinegosiasikan. Kesepakatan ini akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang lumpuh sejak perang pecah pada Februari 2024 lalu.
Menurut Trump, perjanjian tersebut masih tergantung pada finalisasi negosiasi antara AS, Iran, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya. Ia juga menyebut bahwa aspek dan rincian akhir dari kesepakatan tersebut sedang dibahas dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Namun, klaim sepihak Trump langsung mendapat respons dingin dari Teheran. Kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa perjanjian tersebut justru akan tetap menempatkan pengelolaan Selat Hormuz di bawah kendali Iran.
Iran merespons klaim tersebut dengan sikap waspada terkait kendali Selat Hormuz dan menunggu hasil perundingan intensif melalui mediator Pakistan. Sinyal damai ini menguat setelah para pejabat tinggi Iran menggelar pertemuan intensif dengan Asim Munir, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan yang bertindak sebagai mediator.
Draft kesepakatan yang dimediasi oleh berbagai pihak ini mencakup gencatan senjata selama 60 hari. Selama periode ini, Selat Hormuz akan dibuka bebas tanpa biaya sepeser pun. Sebagai timbal balik, Iran diizinkan kembali menjual minyak mentahnya secara bebas ke pasar internasional, sementara AS akan mencabut blokade pelabuhan dan memberikan dispensasi sanksi.
Sebagai kompensasi strategis, kesepakatan ini menuntut komitmen keras dari Iran untuk menghentikan program pengembangan senjata nuklir. Laporan The New York Times menambahkan, rincian teknis mengenai bagaimana cara Iran menyerahkan timbunan uranium tersebut akan diserahkan pada putaran perundingan berikutnya.
Kesimpulan dari perundingan ini masih menunggu hasil akhir, namun sinyal damai yang ditunjukkan oleh kedua belah pihak membuka harapan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama. Dengan kesepakatan ini, Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran vital dunia dapat segera dibuka kembali, membantu memulihkan ekonomi global yang terkena dampak perang.











